Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Politisi Partai Demokrat Singgung Soal Poros Baru

Politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan konvensi calon presiden yang dilakukan oleh partainya memberikan pelajaran politik yang cukup penting, bahwa capres yang maju tidak selalu harus menjabat sebagai ketua umum.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 April 2014  |  16:00 WIB
Partai Demokrat
Partai Demokrat

Bisnis.com, JAKARTA-  Politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan konvensi calon presiden yang dilakukan oleh partainya memberikan pelajaran politik yang cukup penting,  bahwa capres yang maju tidak selalu harus menjabat sebagai ketua umum.

"Yang penting dari konvensi ini adalah pembelajaran politiknya, kalau capres bukan selalu ketua umum," kata Sutan yang dijumpai di sela debat konvensi capres dari Demokrat yang terakhir di Jakarta, Minggu (27/4/2014), seperti dikutip Antara.

Sutan mengatakan perjalanan konvensi capres dari Partai Demokrat bisa berakhir di mana saja, baik menghasilkan sosok capres maupun cawapres yang akan diajukan partainya.

"Yang jelas konvensi harus final dan ada pemenangnya. Mau jadi capres atau cawapres, pemenangnya bisa dihibahkan ke partai lain, bisa jadi nomor dua juga," kata nya.

Dia mengatakan dalam dunia politik segala hal menjadi mungkin. Contohnya, kata dia, pada pemilu sebelumnya Partai Demokrat hanya memperoleh 7% suara legislatif, namun tetap bisa memimpin bangsa.

"Maka kami harus berkreasi, membangun kekuatan. Kami sudah berhubungan dengan seluruh partai, dan sesuai kata pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), kami tidak mau sebagai pelengkap (dalam pemerintahan), karena kami mau berperan," katanya.

Sutan juga menyatakan tidak menutup kemungkinan Partai Demokrat membentuk poros baru, diluar tiga poros yang selama ini disebut-sebut dalam pemberitaan media.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres pilpres 2014
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top