Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 2014: Apa Kata SBY soal Usulan Dirinya Menjadi Wapres?

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganggap aneh pikiran-pikiran yang mengusulkan dirinya menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 27 April 2014  |  06:32 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Diusulkan menjadi Cawapres - Antara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Diusulkan menjadi Cawapres - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  menganggap aneh pikiran-pikiran yang mengusulkan dirinya menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

Dalam program Isu Terkini  SBY mengatakan ada dua hal terkait dengan pengusulan nama dirinya sebagai Calon Wakil Presiden, yaitu ada pihak-pihak tertentu yang mengolok-olok dirinya, melukai hatinya dan melecehkannya.

“Sudah, suruh jadi Wakil Presiden saja SBY,” kutip SBY seraya mengatakan, memang ada di negeri ini yang kebahagiaannya memperolok dan melukai hati orang lain.

Tetapi, kata SBY, juga ada yang serius dari usulan tersebut, seperti tidak ada niat untuk menghina dirinya. Alasannya, kalau Pak SBY mau jadi Wakil Presiden dengan segala pengalaman yang dimilikinya, dan membantu presiden yang baru, pasti pemerintah akan berjalan lebih baik.

“Tidaklah, tentu tidak. Andai kata saya ini bisa maju lagi untuk yang ketiga kali, dan tidak dilarang oleh konstitusi dan Undang-Undang yang berlaku, saya pun tidak akan maju lagi,” tegasnya.

Presiden mengaku dirinya sudah bicara dari hati ke hati dengan istri dan anak-anaknya, semua sepakat bahwa 10 tahun bisa memimpin negeri ini sudah merupakan kesyukuran yang luar biasa kepada Allah SWT.

“Juga terima kasih kepada rakyat, sehingga sekali lagi ini peluang yang luar biasa yang saya dapatkan,” tambahnya.

Menurut SBY, pemimpin yang terlalu lama berkuasa itu biasanya tidak baik. Ia menyebutkan, banyak sekali pengalaman pemimpin-pemimpin di dunia, pemimpin yang berkuasa begitu lama, 20 tahun lebih, biasanya cenderung menyalahgunakan kekuasaan.  

“Sebagian dari mereka menjadi tiran menjadi diktator dan tentu tidak baik kalau kekuasaan digunakan secara sewenang-wenang, demokrasi akan mati, dan hak rakyat akan dikebiri,” ujarnya.

Yang lain, lanjut SBY, kalau memimpin terlalu lama biasanya juga kehilangan inisiatif, tidak memiliki pemikiran yang segar karena jenuh dan dianggapnya tugas rutin semata. Selain itu, SBY juga menyebutkan rakyat bisa bosan kalau pemimpin tidak ganti-ganti dalam waktu yang lama.

Presiden juga menilai juga tidak bagus, kalau di negeri tercinta ini tidak sedikit bupati, gubernur, walikota yang sudah 10 tahun menjabat masih ingin menjadi wakil, wakil gubernur, wakil bupati, wakil walikota, dan sebagainya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres 2014
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top