Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Artis Masuk DPR: Habis Rp100 Juta, Nana Krit Ikhlas Jika Tak Lolos

Caleg DPR RI dari Partai NasDem Daerah Pemilihan Jawa Tengah V nomor urut 3 RR Kristina Nataningdita atau akrab dipanggil Nana Krit tidak berharap banyak perolahan suaranya bisa menuntun dia menjadi wakil rakyat di Senayan.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 24 April 2014  |  16:04 WIB
Ilustrasi-Gedung Kura-Kura di Kompleks DPR, Senayan. - Antara
Ilustrasi-Gedung Kura-Kura di Kompleks DPR, Senayan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Caleg DPR RI dari Partai NasDem Daerah Pemilihan Jawa Tengah V nomor urut 3 RR Kristina Nataningdita atau akrab dipanggil Nana Krit tidak berharap banyak perolahan suaranya bisa menuntun dia menjadi wakil rakyat di Senayan.

Praktik politik uang yang semakin masif pada setiap penyelenggaraan Pemilu jadi alasan Nana Krit nrimo andai tak lolos ke Senayan. Tidak dipungkiri, para caleg yang bertekad menang rela mengguyur uang ratusan juta hingga miliaran rupiah pada malam sebelum pencoblosan.

Nana memang tidak menganut praktik politik uang yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai serangan fajar.

Saat nyaleg pada Pemilu 2004, dia juga enggan ikut-ikutan menabur uang demi mempengaruhi warga agar memilih namanya.

"Saya pengusaha lebih baik dana saya alokasikan untuk mengembangkan usaha. Karena sebetulnya ini judi, bullshit kalau ada yang jamin pakai uang sekian terus mendapat suara sekian," kata Nana Krit saat diskusi Menanggapi Hasil Pileg 2014 di Kantor Kowani Jakarta, Kamis (24/4/2014).

Ketua Komite Tetap Industri Berbasis Budaya Kadin Indonesia itu tidak percaya dengan janji sekelompok masyarakat yang minta uang dalam jumlah tertentu agar suaranya bisa menang di wilayahnya.

Akhirnya, Nana memilih terjun langsung ke lapangan, blusukan di tengah masyarakat selama berbulan-bulan. Sejumlah uang dikeluarkan untuk pembangunan kolam ikan, sumbangan tempat ibadah, atau kegiatan sosial lainnya. Tapi sayangnya kegiatan itu gagal mendongkrak suaranya.

Pileg tahun ini, sedikitnya dia mengeluarkan dana hampir Rp100 juta. Pada Pileg 2004 lalu juga mengeluarkan dana yang besarannya hampir sama dengan mengumpulkan suara 60.000.

"Mungkin kalau sekarang pakai uang Rp1 miliar untuk dapatkan 100.000 suara mungkin sulit," katanya.

Biar tidak stres, menurut Nana, caleg harus ikhlas bahwa semua dana yang dikeluarkan untuk kegiatan sosial selama kampanye dijadikan amal jariyah tanpa mengharap pengembalian. "Kalau tidak seperti itu bisa stres," ujarnya.    


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014 caleg
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top