Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANAK KURANG GIZI: PKPU Gagas Program Kampung Nutrisi

Untuk menciptakan generasi yang unggul, kecukupan nutrisi menjadi salah satu syarat penting. Saat ini jumlah anak-anak kurang gizi di Tanah Air masih tinggi lantaran minimnya pengetahuan orang tua.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 23 April 2014  |  07:48 WIB
Ilustrasi - Spdi
Ilustrasi - Spdi

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk menciptakan generasi yang unggul, kecukupan nutrisi menjadi salah satu syarat penting. Saat ini jumlah anak-anak kurang gizi di Tanah Air masih tinggi lantaran minimnya pengetahuan orang tua.

Akibat kurang gizi, anak-anak mengalami penurunan ketahanan tubuh, mudah sakit dan kesulitan dalam perkembangan intelektual.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Lembaga Kemanusiaan Nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) membangun program Kampung Nutrisi, yakni kegiatan kesehatan berbasis masyarakat yang fokus pada proses rehabilitasi malnutrisi, penjagaan status gizi balita binaan, dan pembentukan ketahanan pangan lokal.

“Program ini merupakan upaya penciptaan lingkungan yang kondusif bagi penyehatan balita melalui pelibatan masyarakat,” kata Ferry Suranto, Manajer Health Environment Network (HEN) PKPU, Rabu (23/4/14).

Keterlibatan  masyarakat, katanya, dimaksudkan agar mereka bisa berkontribusi aktif pada setiap program, dengan dilandasi kemauan untuk menerapkan perilaku sadar gizi dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menuturkan program Kampung Nutrisi terdiri dari upaya revitalisasi posyandu, pemulihan status gizi balita, pengadaan sarana sanitasi yang berkualitas dan pembentukan ketahanan pangan wilayah.

“Gagasan mengenai nutrisi untuk Indonesia lahir atas keprihatinan masih banyak anak-anak tumbuh dan berkembang, tanpa didukung dengan nutrisi bagi perkembangan tubuh, akal, indera, dan jiwa mereka,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkpu
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top