Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemilu 2014: Parpol dan Caleg Belum Lirik Jasa Industri Kreatif

Andik Taufik, Pemilik Aiti Corp., mengatakan industri kreatif berupa aplikasi digital masih belum terlalu dilirik oleh para pelaku pemilu atau kandidat dan partai.
Ria Indhryani
Ria Indhryani - Bisnis.com 23 April 2014  |  15:12 WIB
Ilustrasi/Penghitungan suara Pileg 2014
Ilustrasi/Penghitungan suara Pileg 2014

Bisnis.com, BANDUNG -- Pengembang aplikasi Aiti Corp. mengungkapkan masa pemilu yang berlangsung hanya dalam kurun waktu tertentu tidak berkontribusi banyak terhadap industri pengembangan aplikasi misalnya aplikasi khusus untuk kampanye, kecuali konten atau layanan existing seperti media sosial, aplikasi chatting, dan sejenisnya.

Andik Taufik, Pemilik Aiti Corp., mengatakan industri kreatif berupa aplikasi digital masih belum terlalu dilirik oleh para pelaku pemilu atau kandidat dan partai. Namun jika memang ada, maka dibutuhkan jaringan untuk bisa memperoleh peluang bisnis dengan sistem proyek.

"Beberapa memang ada yang mendapat projek dari lembaga khusus yang berhubungan dengan pemilu. Selebihnya sulit untuk mengharapkan partai melirik industri kreatif ini, kecuali aplikasi yang sudah ada dan memiliki value lebih seperti aplikasi media sosial sebagai salah satu strategi user acquisition," kata Andik, Rabu (23/4/2014).

Andik sendiri mengaku beberapa bulan lalu mendapatkan penawaran secara eksklusif dari salah satu partai dengan sistem white label, di mana partai berusaha mengakuisisi salah satu aplikasi chatting milik perusahaan yang sudah memiliki user cukup banyak, dan mengharapkan dapat membeli dengan sistem jual putus.

Pengambilan label dengan penggantian nama brand dari aplikasi yang sudah ada ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan partai untuk memperluas market share atau brand.

"Partai enggan dibuatkan aplikasi serupa yang baru, karena aplikasi yang sudah ada tentu sudah memiliki jumlah user tertentu dibandingkan aplikasi baru yang masih harus mengumpulkan pengguna," ujar Andik.

Sementara itu, operator sendiri juga tidak mau membantu pemasaran pengembangan aplikasi seperti ini karena sifatnya yang tidak segmented dan sesaat, sehingga dinilai tidak bernilai panjang.

Namun, menurut Andik, memang ada beberapa celah peluang bisnis seperti aplikasi survei dan lainnya yang memang dapat memberikan penghasilan lebih kepada perusahaan.

Tetapi, lanjut dia, para pengembang kebanyakan juga berhati-hati karena khawatir jika partai yang melakukan pemesanan ternyata kalah dalam pemilihan, maka orderan tersebut tidak dibayar.

Sementara itu, Pengembang Game Agate Studio membenarkan belum banyak peserta pemilu legislatif atau partai yang berusaha memanfaatkan industri kreatif digital tersebut.

Head of Sales & Marketing Agate Studio Shieny Aprilia mengatakan sesungguhnya peluang promosi melalui media games dan aplikasi ini sangat besar, karena terbilang sebagai media baru dan pastinya akan banyak menarik perhatian masyarakat.

"Masih banyak yang belum paham dan masih mempertanyakan pemanfaatannya, padahal jika dicoba mungkin dampaknya dapat lebih besar dan bagus. Dengan adanya satu aplikasi atau games khusus, maka partai atau kandidat akan terlihat unik di mata masyarakat," ujar Shieny.

Menurut dia, pemanfaatan produk kreatif ini justru akan datang cukup banyak pada masa menjelang pemilu presiden 2014 ini.

Hal ini terlihat dari mulai adanya penawaran proyek games yang datang dari partai atau kandidat, untuk dimanfaatkan sebagai media sosialisasi dan promosi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kreatif pileg 2014
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top