Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELANGGARAN PILEG 2014: Ada 183 Tindak Pidana, 226 Orang Dijadikan Tersangka

Jumlah pelanggaran pidana pemilu yang dilaporkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kepada Polri mengalami peningkatan dari hari ke hari. Sampai pada 19 April lalu, Polri telah menangani 183 kasus yang didominasi oleh kasus money politic.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 21 April 2014  |  18:21 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah pelanggaran pidana pemilu yang dilaporkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kepada Polri mengalami peningkatan dari hari ke hari. Sampai pada 19 April lalu, Polri telah menangani 183 kasus yang didominasi oleh kasus money politic.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol. Agus Rianto, dari 183 kasus pelanggaran, polisi telah menetapkan 226 orang sebagai tersangka. Pelanggaran-pelanggaran itu, katanya, terjadi hampir di setiap wilayah di Indonesia.

"Dengan beberapa kasus yang kita datakan meliputi pemalsuan dokumen ijazah sebanyak 6 kasus, money politic 48 kasus, kampanye dengan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan pendidikan sebanyak 7 kasus. Serta kasus yang kita kategorikan sebagai lain-lain sebanyak 39 kasus," jelasnya kepada pewarta, Senin (21/4/2014).

Agus juga mengatakan dari 183 kasus, sebanyak 118 kasus berada dalam tahap penyidikan, sebanyak 12 kasus telah dilimpahkan berkasnya kepada jaksa penuntut umum, dan 34 kasus telah dinyatakan lengkap berkasnya dan dilimpahkan tersangkanya kepada pihak kejaksaan.

Sebelumnya, pada Kamis (17/4/2014), jumlah tersangka dalam kasus pelanggaran pidana pemilu yang ditangani Polri didominasi oleh calon legislatif (caleg) dan simpatisan caleg. Terdata dari 200  tersangka, sebanyak 42 diantaranya adalah caleg dan 61 orang simpatisan caleg.

Sementara itu, tersangka lainnya adalah tim KPPS sebanyak 26 orang, pengurus partai sebanyak 13 orang, kepala desa sebanyak 10 orang, pegawai negeri sipil sebanyak 15 orang, serta masyarakat umum sebanyak 25 orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pileg 2014
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top