Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CAPRES 2014: Akrobat Amien Mengarah ke Duet Prahara, 'Raiso' Diharapkan Banyak

Tokoh intelektual muda PDI Perjuangan Fahmi Fahmi Habcy menilai akrobat politik Amien Rais dengan mengumpulkan sejumlah elit parpol Islam akan memunculkan duet "Prahara" (Prabowo-Hatta Rajasa).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 April 2014  |  14:22 WIB
Partai Amanat Nasional - JIBI
Partai Amanat Nasional - JIBI

Bisnis. com, JAKARTA-- Tokoh intelektual muda PDI Perjuangan Fahmi Fahmi Habcy menilai  akrobat politik Amien Rais dengan mengumpulkan sejumlah elit parpol Islam akan memunculkan duet "Prahara" (Prabowo-Hatta Rajasa).

"Langkah politiknya sangat mudah terbaca yang pasti, tidak mungkin Amien sibuk bermanuver "lilahita'ala" bila tidak ada manfaat politik jangka pendek yang berujung koalisi yang bagi-bagi kekuasaan atau menteri," kata Fahmi di Depok, Sabtu.

Fahmi menduga Amien berperan sebagai 'anchor' atau jangkar politik untuk bersauhnya agenda lahirnya duet "Pra-Hara" pasangan Prabowo - Hatta Rajasa, walaupun Amien sengaja tidak menyebutkan dulu tujuan yang diinginkan.

Menurutnya,  publik sudah faham karakter politik Amien. Istilahnya ingin menuju Bandung, tapi muter lewat Puncak bukan lewat tol Cipularang.

"Koalisi Indonesia Raya yang diusung Amien Rais sudah terbaca dapat dipastikan berujung mendukung Prabowo Subianto. Lihat saja nanti," kata mantan aktivis UI '98.

Tetapi, lanjutnya,  Prabowo juga tidak boleh "GR" dulu. "Saya ingat sebuah acara forum 2009 dalam acara tersebut Amien mengangkat buku "Selamatkan Indonesia" dan mengatakan bahwa yang bisa menjalankan buku ini hanya Prabowo Subianto."

Namun beberapa hari kemudian PAN membelot memberi mendukung ke Susilo Bambang Yudhoyono.

Fahmi menganggap tidak ada yang luar biasa dalam manuver Amien Rais ini karena targetnya pragmatis-rasional untuk menduetkan kadernya PAN Hatta Rajasa menjadi wapres Prabowo sendiri.

Ia menyebutkan  publik tidak dapat berharap terlalu banyak dengan model koalisi tanpa platform yang jelas, karena persoalan harga daging sapi yang melambung, rupiah yang masih dalam posisi lemah, harga bahan pokok yang mencekik, petani yang dibenturkan derasnya impor pangan, dan TKI yang dalam ancaman belum ada perubahan signifikan hingga hari ini.

"Ini bagi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim tetap menjadi catatan kerja ekonomi Hatta ke depan," kata mantan caleg PDIP DPR RI 2009 nomor urut satu dapil Depok-Bekasi.

Saat ini untuk menutupi kekurangan tersebut lanjut Fahmi mau tidak mau harus dibungkus dengan membangun koalisi seperti itu seakan-akan memiliki ghirah keislaman.

"Amien 'raiso' diharapkan terlalu banyak, tapi sah-sah saja," ujarnya. (Antara)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

capres 2014

Sumber : Newswire

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top