Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 2014: Bentuk Koalisi, Ini Risiko Parpol Islam

Partai politik (parpol) Islam telah bersepakat membangun koalisi dalam pemilihan presiden (pilpres) nanti. Mereka adalah PKB, PKS, PAN, PBB, PPP, serta para ulama NU, dewan dakwah dan MUI.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 18 April 2014  |  20:15 WIB
tidak seharusnya koalisi dilakukan hanya atas dasar persamaan ideologi parpol.  - bisnis.com
tidak seharusnya koalisi dilakukan hanya atas dasar persamaan ideologi parpol. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Partai politik (parpol) Islam telah bersepakat membangun koalisi dalam pemilihan presiden (pilpres) nanti. Mereka adalah PKB, PKS, PAN, PBB, PPP, serta para ulama NU, dewan dakwah dan MUI.

Namun ada sedikit ketakutan diantara parpol-parpol Islam tersebut. Mereka khawatir tidak memiliki perwakilan di pemerintahan jika calon presiden (capres) yang diusung koalisi parpol Islam kalah.

"Kalau capresnya kalah kita tidak ada di pemerintahan, itu merugikan. Politik kan menang dan kalah," kata Sekjen PBB, BM Wibowo saat dihubungi Bisnis.com di Jakarta, Jumat (18/4/2014).

Menurut Wibowo, tidak seharusnya koalisi dilakukan hanya atas dasar persamaan ideologi parpol. Menurutnya, yang terpenting adalah elektabilitas dari calon yang akan diusung sehingga koalisi bisa meraih kemenangan.

"Pertimbangannya tidak emosional, juga tidak primordialisme. Tapi pertimbangannya menang atau kalah. Kami di PBB masih mempertimbangkan resiko jika kalah," tegas Wibowo.

Sebelumnya diberitakan, partai-partai berbasiskan konstituen Islam akhirnya sepakat memanfaatkan peluang untuk berkoalisi menghadapi Pemilihan Umum Presiden pada Juli mendatang.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan tokoh ormas dan pemimpin partai Islam di Cikini, Kamis 17 April malam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres 2014
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top