Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 2014: JK Dibilang Tidak Cocok Ikut Bertarung, Mengapa?

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang dikenal cepat dalam mengambil keputusan atas berbagai persoalan, terutama dalam bidang ekonomi dan memiliki jiwa kenegarawanan, merupakan aset dan tokoh bangsa.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 17 April 2014  |  22:20 WIB
 Jusuf Kalla - Bisnis.com
Jusuf Kalla - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Peneliti dan pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang dikenal cepat dalam mengambil keputusan dalam berbagai persoalan, terutama di bidang ekonomi dan memiliki jiwa kenegarawanan, merupakan aset dan tokoh bangsa.

Oleh karena itu, katanya, posisi yang paling tepat bagi pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu adalah sebagai Pandito Ratu atau guru bangsa, yakni tempat para tokoh dan pemimpin di Tanah Air untuk bertanya dan meminta pandangan atas berbagai masalah kebangsaan.

“Jika JK masih ikut dalam pertarungan Pilpres 2014 tidak cocok,” ujarnya, Kamis (17/4/2014).

JK sudah pernah menjadi Wakil Presiden 2004-2009, kemudian maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Wiranto pada Pilpres 2009. Kini dia menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepemimpinan JK sudah dikenal masyarakat cukup baik. Semua pengalaman kepemimpinan dan berbagai modal sosial dan ekonomi sudah memenuhi syarat sebagai Pandito Ratu.

“Posisi sebagai Pandito Ratu sangat mulia karena semua pemimpin dari berbagai partai atau golongan, pasti akan meminta pandangan dan sarannya. Jika JK memaksakan diri ikut dalam perebutan kursi wakil presiden, maka akan menurunkan kredibilitasnya sebagai negarawan. Mengapa? Pasti JK akan memperjuangakn pasangannya [kelompok] sebagai capres,” kata Siti Zuhro.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla capres 2014
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top