Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bawaslu Ancam Sanksi Tegas Petugas Penyelenggara Pemilu Tak Netral

Petugas penyelenggara pemilu di seluruh daerah diimbau untuk tetap netral dan tidak terlibat dalam jual beli suara untuk memenangkan partai parpol atau caleg tertentu.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 08 April 2014  |  00:09 WIB
Bawaslu Ancam Sanksi Tegas Petugas Penyelenggara Pemilu Tak Netral
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA-Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nelson Simanjuntak mengimbau petugas penyelenggara pemilu di seluruh daerah untuk tetap netral dan tidak terlibat dalam jual beli suara untuk memenangkan partai parpol atau caleg tertentu.

Nelson menegaskan publik dapat mengajukan laporan pelanggaran yang dilakukan petugasnya kepada pihak berwenang, untuk selanjutnya diberikan sanksi tegas.

"Jika pelanggaran tersebut sifatnya pelanggaran etik, dapat dilaporkan ke DKPP, tetapi kalau pelanggarannya berupa pidana, misalnya jual beli suara dukungan, dapat dilaporkan langsung ke kepolisian,"katanyan dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (7/4/2014).

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik.

Dia mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada petugasnya yang terbukti melakukan keberpihakan kepada parpol atau caleg tertentu.

"Siapapun yang melanggar silakan dilaporkan, tidak ada perlindungan bagi penyelenggara pemilu yang terbukti melanggar," kata Husni.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqie mengimbau para petugas penyelenggara pemilu untuk menaati peraturan dan tidak terlibat dalam upaya jual beli suara pada pemilihan umum calon anggota legislatif (Pileg).

Jimly mengaku pihaknya menerima laporan dari beberapa pihak yang menyebutkan adanya indikasi kecurangan petugas penyelenggara pemilu yang diduga menjadi bagian dari pemenangan caleg tertentu di sejumlah daerah.

"Apabila ada penyelenggara pemilu yang melanggar aturan, silahkan laporkan sepajang ada buktinya," kata Jimly.

Menurutnya, petugas penyelenggara pemilu harus mengikuti peraturan hukum dan peraturan etika yang telah disepakati. Hal tersebut dilakukan demi menciptakan pemilu yang aman, damai, jujur dan adil.

"Kalau ada penyelenggara pemilu yang sama dan dilaporkan oleh lebih dari dua orang, kami akan menganggapnya sebagai bukti dan akan memproses laporan tersebut," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawaslu pelanggaran kampanye
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top