UMKM Jateng tak Siap Hadapi MEA

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah berharap pemerintah memberikan perlakuan khusus bagi UMKM dari sisi perpajakan dan pembiayaan agar siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015.
Ana Noviani | 02 April 2014 17:46 WIB
Pengusaha UMKM - JIBI


Bisnis.com, SEMARANG--Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah berharap pemerintah memberikan perlakuan khusus bagi UMKM dari sisi perpajakan dan pembiayaan agar siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015.

Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono menuturkan UMKM di Jateng yang mencapai 3,72 juta unit tidak siap menghadapi MEA 2015. Pasalnya, di Indonesia, UMKM belum mendapat perlakuan khusus dari sisi pembiayaan dan perpajakan seperti yang diterapkan beberapa negara di Asean.

"Di Thailand itu yang namaya UKM, 10 tahun tidak bayar pajak dan dapat kredit dengan bunga single digit. Di sini tidak mungkin. Padahal kita ingin UKM jadi global player bukan penonton saat MEA 2015," ujarnya seusai Finance & UMKM Expo 2014, Rabu (2/4/2014).

Penerapan pajak 1% tehadap omzet usaha dinilai baru tepat apabila dikenakan pada UMKM yang beromzet di atas Rp1 miliar dan telah berkembang selama lebih dari lima tahun. Kadin, imbuhnya, juga telah berulang kali mendorong perbankan di Jateng untuk memberikan keringanan penyaluran kredit produktif bagi UMKM.

"UMKM perlu diberikan keringanan di sisi pembiayaan, kalau tidak bisa dari sisi bunga, dari sisi jaminan deh. Kalau tidak bisa juga, beri keringanan cicilan. UKM ini perlu treatment khusus, karena kita butuh mereka berkembang," tutur Kukrit.

Dua tahun sebelum MEA 2015 berlaku efektif, pelaku UMKM dan seluruh stakeholder harus berbenah guna meningkatkan daya saing, akses pasar, kapasitas SDM, dan kualitas produk-produk UMKM.

"Kita tidak boleh tinggal diam, dua tahun ini harus ngebut persiapkan UMKM jelang MEA 2015," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umkm

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top