Fitra Riau: Jelang Pemilu Politik Uang Semakin Marak

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau menemukan kampanye pemilu 2014 di Riau masih banyak diwarnai politik uang.
Puput Jumantirawan | 02 April 2014 09:47 WIB
Fitra Riau meminta Panwaslu dan Bawaslu memperketat pengawasan khususnya praktek politik uang dan penggunaan fasilitas negara untuk kegiatan kampanye. - bisnis.com

Bisnis.com, PEKANBARU - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau menemukan kampanye pemilu 2014 di Riau masih banyak diwarnai politik uang.

Koordinator Fitra Riau Usman mengatakan selain politik uang mereka juga menemukan penggunaan fasilitas negara oleh caleg incumbent pada saat kampanye berlangsung.

"Kami melihat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang disiapkan di masing-masing desa/kelurahan dan kecamatan belum menjalankan fungsi pengawasannya dengan baik," kata Usman Rabu (2/4/2014) kepada Bisnis.com.

Usman menjelaskan politik uang dilakukan bukan hanya dengan memberi uang cash tapi juga dalam bentuk barang selain atribut kampanye parpol dan caleg.

Dia menjelaskan praktek politik uang oleh partai dan celg tidak bisa ditemukan dengan mata telanjang. Karena dilakukan bukan saat kampanye terbuka melainkan saat kampanye tertutup. Biasanya saat dialog tertutup dengan masyarakat.

Bahkan praktik politik uang ada yang dilakukan malam hari. Temuan itu diperoleh Fitra Riau dari laporan warga dan juga pemantauan tim mereka.

Fitra Riau meminta Panwaslu dan Bawaslu memperketat pengawasan khususnya praktek politik uang dan penggunaan fasilitas negara untuk kegiatan kampanye.

"Agar pelaksanaan pemilu di Riau bersih dari praktek busuk politisi untuk meraup suara dalam pemilu," kata Usman.

Pada 9 April, sebanyak 4.079.513 warga Riau sesuai DPT akan memilih wakil mereka di lembaga legislatif dan DPD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anggaran

Editor : Fatkhul-nonaktif

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top