POLITIK MUHAMMADIYAH: Ini Penjelasan Din Syamsuddin

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan arah politik Muhammadiyah adalah berpartisipasi aktif dan nyata dalam membangun Indonesia.
Fitri Sartina Dewi | 02 April 2014 18:28 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin

Bisnis.com, JAKARTA -- Menjelang Pileg 9 April dan Pilpres pada 9 Juli mendatang arah politik Muhammadyah di bawah kepemimpinan Din Syamsuddin mendapat perhatian sejumlah kalangan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan arah politik Muhammadiyah adalah berpartisipasi aktif dan nyata dalam membangun Indonesia.

"Politik kebangsaan yang bernuansa moral inilah yang menjadi arah Muhammadiyah," kata Din, dijumpai usai menyampaikan pidato pembukaan Dialog Politik Nasional Menyongsong Perubahan Kekuasaan pada Pemilu 2014 yang digelar Muhammadiyah di Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Menurut Din, titik tolak gerakan politik Muhammadiyah tidak memasuki wilayah politik kekuasaan,tetapi tetap berjuang dalam politik moral, politik nilai atau politik tinggi.

"Muhammadiyah tidak pernah memasuki wilayah politik kekuasaan yang dengan sengaja berebut kekuasaan dan jatuh dalam kepentingan politik rendah," ujarnya.

Sementara itu, menjelang Pemilu 2014, Muhammadiyah mengharapkan agar pemilu kali ini dapat berjalan aman, damai, jujur, adil dan bermartabat.

"Kami menambah kata martabat, karena kami ingin ada perbaikan pada pemilu legislatif maupun pemilu presiden yang bebas dari politik uang," ucapnya.

Mengenai karakter pemimpin ideal, Din menyebutkan 3 kriteria pemimpin ideal berdasarkan Tanwir Muhammadiyah tahun 2012 lalu.

  • Pertama, pencipta solidaritas atau solidarity maker, yaitu yang dapat merangkul seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya mengutamakan pihak-pihak dari golongan atau partai politik tertentu.
  • Kedua, problem solver atau pemecah masalah. Pemimpin yang terpilih harus mampu memecahkan persoalan bangsa yang sangat beragam.
  • Ketiga, pengambil risiko. Muhammadiyah beranggapan seorang pemimpin harus memiliki keberanian untuk bertanggungjawab atas segala keputusannya, dan tidak melimpahkan kesalahan kepada bawahan atau pihak lainnya.

Dialog politik nasional yang digelar Muhammadiyah ini juga turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan tokoh politik seperti Mantan Presiden RI Jusuf Kalla, Calon Presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto, Menteri Kehutanan sekaligus Anggota Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan Mantan Ketua MPR sekaligus Mantan Ketua Umum PAN Amien Rais.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla atau JK mengungkapkan sejumlah tantangan sektor ekonomi yang harus dihadapi wakil rakyat dan pemimpin yang terpilih pada Pemilu 2014.

"Banyak negara yang diperkirakan sulit maju, tapi ternyata mereka bisa menjadi negara maju seperti India dan China. Pemimpin selanjutnya harus bisa membuat Indonesia menjadi negara maju," kata JK.

JK yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan pentingnya semua program dilaksanakan dengan prioritas yang sama demi memajukan Indonesia.

"Tidak ada yang menjadi prioritas, sebab semua aspek itu penting, jadi harus dilaksanakan secara bersama-sama," ucap JK.

Tag : muhammadiyah, din syamsuddin
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top