PILEG: LSI Bilang Kampanye Negatif Serang 4 Partai Besar

Seminggu jelang pemilu legislatif 2014 berbagai manuver serangan kampanye negatif mewarnai empat partai besar yakni Golkar, PDIP, Gerindra dan Demokrat.
Akhirul Anwar | 02 April 2014 18:21 WIB
Partai peserta Pemilu 2014 - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA-- Seminggu jelang pemilu legislatif 2014 berbagai manuver serangan kampanye negatif mewarnai empat partai besar yakni Golkar, PDIP, Gerindra dan Demokrat.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengatakan Golkar terkena kasus Ketua Umumnya yang ke Maladewa bersama artis dan rombongan. Kasus ini ramai dibincangkan di media sosial maupun media konvensional cetak dan elektronik.

PDIP terus diserang kasus penghianatan komitmen Batu Tulis dan ingkar janji Jokowi soal lima tahun menjadi Gubernur Jakarta serta isu korupsi Transjakarta.

Partai Gerindra terus diungkit dan tak bisa melepas memori publik soal masa silam Ketua Dewan Pembinanya Prabowo Subianto dalam kasus penculikan aktivis tahun 1998.

Dan partai Demokrat memasuki babak baru drama korupsinya dimana mantan Ketua Umumnya Anas Urbaningrum terus mencicil tuduhannya soal penggunaan soal penggunaan dana Bank Century dalam pemilu 2009.

"Jika dikaitkan antara kampanya negatif yang masif menjelang Pileh 2014 dan perolehan dukungan menurut survei LSI akhir Maret 2014 ini terlihat bahwa efek kampanye negatif tersebut lumayan menghambat laju dukungan partai," kata Adjie dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Akibatnya pengumuman Jokowi sebagai capres oleh PDIP hanya mrampu menaikkan kurang lebih 3% elektabilitas PDIP dari 18,2% pada survei LSI Januari-Februari menjadi 21,1% pada Maret. '

Penggunaan slogan Pak Harto yang kembali populer di "wong cilik" juga hanya mampu mendongkrak 3% suara Golkar dari 18,3% menjadi 21,9%.

Iklan masif yang dilakukan Gerindra pun juga hanya mendongkrak suara partai 3% dari 8,7% menjadi 11,1%. Sedangkan terjunnya SBY ke akar rumputuntuk menyelamatkan partai Demokrat hanya mampu mengangkat elektabilitas 3% dari 4,7% menjadi 7,6%.

Menurut Adjie, peningkatan suara dari empat partai teratas itu seiring dengan berkurangnya pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) dari 30,1% pada Januari-Februari 2014 menjadi 10,6% pada survei LSI Maret.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemilu 2014, capres

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top