PENGAWALAN JOKOWI: ICW Minta Polisi Tidak Terkesan Memihak

Polri sebaiknya menjelaskan perihal penambahan personil pengawal Jokowi agar publik tak mencurigai Polri berpihak kepada salah satu capres.
Nadya Kurnia | 02 April 2014 17:49 WIB
Ilustrasi-Jokowi saat berada di Pacitan, Jawa Timur. - Jibiphoto/Akhirul Anwar

Bisnis.com, JAKARTA--Indonesian Police Watch mendesak Polri agar menjelaskan secara transparan detail mengenai penambahan aparat pengawalan terhadap calon presiden dari PDIP, Joko Widodo.

Menurut Ketua Presidium IPW Neta S. Pane, Polri sebaiknya menjelaskan perihal penambahan personil pengawal Jokowi agar publik tak mencurigai Polri berpihak kepada salah satu capres.

"Polri jangan mau dipolitisasi, terjebak atau ditarik-tarik ke kancah politik oleh capres tertentu. Dan diharapkan dapat berkonsentrasi dan independen dalam menjaga stabilitas kamtibnas selama pemilu," jelas Neta dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/4/2014).

Selain itu, dia menduga, penambahan personil pengamanan Jokowi ini merupakan permintaan dari Jokowi sendiri.

Pengawalan yang dilakukan oleh Polri pun belum terkait dengan program pengamanan Polri kepada capres karena pencapresan Jokowi baru dalam tahap internal partai.

Sehingga, lanjut Neta, pengamanan Jokowi sampai saat ini belum menjadi tanggung jawab negara.

"Soalnya, jadwal pendaftaran capres belum dibuka. Artinya, Jokowi baru pada tahap capres partainya sendiri, PDIP dan belum capres untuk pilpres 2014," tambah Neta.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, ihwal penambahan personil pengamanan terhadap Jokowi yang semula berjumlah 6 aparat menjadi 12 aparat, tak akan jadi masalah apabila Polri menjelaskan secara terbuka.

"Karena jika tidak, Polri bisa dinilai telah dipolitisasi. Sebab, penambahan pengawalan itu bisa dijadikan pencitraan seolah ada potensi ancaman terhadap Jokowi. Situasi ini jelas memojokkan Polri dan mengangkat citra Jokowi sebagai pihak yang terancam atau terdzalimi," tukas Neta.

Tag : jokowi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top