Gerindra Terbanyak Terima Sumbangan Dana Kampanye Pemilu 2014

Partai Gerindra menempati peringkat pertama untuk penerimaan sumbangan dana kampanye partai politik Periode I dan Periode II pada Pemilu 2014 mendatang berdasarkan hasil penelitian dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR).
John Andhi Oktaveri | 02 April 2014 16:30 WIB
/JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Partai Gerindra menempati peringkat pertama untuk penerimaan sumbangan dana kampanye partai politik Periode I dan Periode II pada Pemilu 2014 mendatang berdasarkan hasil penelitian dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR).

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Dewan Pembina (JPPR) Yusfitriadi dalam diskusi bertema “Berapa Dana Kampanye Para Caleg?” yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Daerah, Rabu (2/4/2014). Selain Yusfitriadi, turut menjadi nara sumber Senator dari Provinsi Jawa Tengah Poppy Dharsono dan peneliti pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Univesitas Indonesia (LPEM UI), Teguh Dartanto,.

Menurut Yusfitriadi, secara keseluruhan jumlah sumbangan dana kampanye Partai Gerindra mencapai 306,46 miliar. Sedangkan Partai Demokrat berada di peringkat kedua, yakni sebesar 268,09 miliar dan Partai Hanura sebesar Rp241,82.

Berada di peringkat berikutnya adalah PDIP dan Golkar dengan nilai total dana kampanye masing-masing 221,46 miliar dan 172,17 miliar. Sedangkan PAN berada di peringkat lima dengan sumbangan dana kampanye yang dilaporkan sebesar Rp170,93 miliar.

Namun demikian, Yusfitriadi menyebutkan laporan awal dana kapmpanye itu tidak mencerminkan data sesungguhnya berapa pengeluaran dan penerimaan dan kampanye satu partai politik. Bahkan di beberapa laporan, muncul kasus dimana partai politik memanipulasi laporan awal dana kampanye, ujarnya.

Sementara itu, Poppy Dharsono mengatakan sistem pemilu one man one vote tidak berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Dia menilai pemilu yang menghabiskan banyak dana masyarakat dan dana APBN itu lebih banyak menghasilkan para anggota DPR maupun DPD dari kalangan berduit, bukan dari kalangan intelektual dan negarawan.

“Sistem One man one vote ini tidak menghasilkan demokrasi yang berkualitas selain mengingkari pemikiran para pendiri bangsa yang mencita-citakan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

 

Tag : pemilu 2014, partai gerindra
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top