Kapolri: Aceh Diawasi Ketat Jelang Pemilu

Polri mengimbau masyarakat Aceh tidak terprovokasi oleh kekuatan politik untuk melakukan tindakan kekerasan selama pemilu.
Demis Rizky Gosta | 02 April 2014 15:37 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Sutarman - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polri mengimbau masyarakat Aceh tidak terprovokasi oleh kekuatan politik untuk melakukan tindakan kekerasan selama pemilu.

Kapolri Sutarman mengatakan kasus penembakan di Aceh adalah salah satu contoh tindak kekerasan yang dipicu oleh persaingan politik menjelang pemilu.

Aceh, tuturnya, merupakan salah satu daerah yang diawasi ketat oleh Polri karena rawan konflik dan tindak kekerasan bermotif politik.

“Yang rawan itu Aceh, Papua, Sulawesi Tengah, dan Bima. Grade berikutnya baru Jawa, Medan, Makasar, Bali,” papar Sutarman, Rabu (2/4/2014).

Dia mengharapkan masyarakat Aceh dan penduduk dari daerah lain di Indonesia tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang memiliki kepentingan politik selama pemilu.

“Silakan gunakan hak pilih tanpa gunakan kekerasan, jangan pengaruhi rakyat dengan kekerasan karena itu akan mencederai proses demokrasi,” kata Sutarman.

Kapolri mengatakan kepolisian masih mengejar dua pelaku penembakan mobil berstiker partai politik di Aceh.

“Sudah tertangkap kan dua, masih ada dua yang jadi buronan. Tim Densus 88 juga sudah di sana, mudah-mudahan dalam waktu singkat kita bisa ungkap,” kata Sutaraman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aceh

Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top