Survei Ray Morgan: Jokowi Tambah Kuat, Elektabilitas 45%

Pengumuman pencapresan Joko Widodo oleh PDIP pada 14 Maret lalu mampu mengerek elektabilitas pada pemilu tahun ini 10 poin dari 35% menjadi 45%.
Akhirul Anwar | 02 April 2014 14:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pengumuman pencapresan Joko Widodo oleh PDIP pada 14 Maret lalu mampu mengerek elektabilitas pada pemilu tahun ini 10 poin dari 35% menjadi 45%.

Peneliti Ray Morgan Research Ira Soekirman mengatakan sebelum penggumuman Jokowi capres, elektabilitasnya turun 5%. "Tampak jelas bahwa Jokowi kandidat yang paling dipilih sebagai presiden," katanya di Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Pesaing terdekatnya, Prabowo Subianto dari Gerindra 15%, Aburizal Bakrie dari Golkar 11%, Wiranto dari Hanura 7%. Kandidat lain Jusuf Kalla 4%, Megawati Soekarnoputri 3%, Dahlan Iskan 2% dan kandidat lain mendapat dukungan 6% tetapi masing-masing tidak lebih dari 1%. Adapun 5% belum menentukan pilihan.

Menurut Ira, begitu pengumuman capres Jokowi, banyak sekali perubahan di mana Jokowi bertambah kuat. Yang paling penting, hampir di semua daerah terjadi perubahan persentase dukungan terhadap Jokowi, terutama Jawa.

Alhasil, elektabilitas PDIP juga ikut naik mencapai 37%. "Jadi di sini elektabilitas PDIP diuntungkan Jokowi, bukan sebaliknya Jokowi diuntungkan PDIP," ujar Ira.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi

Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top