PEMILU 2014: Majelis-Majelis Agama Serukan Jangan Golput

Majelis-majelis agama menyerukan masyarakat menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab disertai sikap penuh optimisme dan tidak bersikap 'golput' demi kelangsungan pembangunan bangsa yang menempatkan agama sebagai landasan etik, moral dan spiritual.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 02 April 2014  |  13:15 WIB
PEMILU 2014: Majelis-Majelis Agama Serukan Jangan Golput
pemilu, surat suara, kotak suara, golput

Bisnis.com, JAKARTA--Majelis-majelis agama menyerukan masyarakat menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab disertai sikap penuh optimisme dan tidak bersikap 'golput' demi kelangsungan pembangunan bangsa yang menempatkan agama sebagai landasan etik, moral dan spiritual.

Seruan tersebut disampaikan pada forum silaturahmi tokoh-tokoh agama dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), PGI (Persekutuan Gereja Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia), Walubi (Perwalian Buddha Indonesia) dan Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) di Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Pada forum yang juga dihadiri Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Sekjen Kemenag Bahrul Hayat itu,  Majelis Agama juga menyerukan kepada semua partai politik agar sungguh-sungguh berlaku jujur dan adil dengan menempatkan kerukunan dan persatuan bangsa sebagai landasan utama pelaksanaan pemilu serta menghindari terjadinya pertentangan di masyarakat.

Seruan yang dibaca oleh Suhadi Sanjaya (Walubi) meminta penyelenggara pemilu agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta memegang teguh sikap amanah, adil, jujur dan bertanggungjawab, dengan berpedoman pada ketentuan hukum dan peraturan perundangan-undangan sehingga dapat dihindari kemungkinan berkurangnya nilai obyektivitas hasil pemilu 2014.

Selain itu menyerukan kepada para calon legislatif dan calon pimpinan bangsa dalam meraih dukungan harus menghindarkan diri dari perilaku buruk seperti menggunakan isu-isu primodial, mengadu domba, menggunakan politik uang dan black campaign dengan mengedepankan etika dan moral serta semangat persatuan dan solidaritas kebangsaan.

Dalam kesempatan ini, Wamenag Nasaruddin Umar mengatakan, seruan yang disampaikan majelis-majelis agama merupakan inisiatif dari tokoh-tokoh agama.

“Keterlibatan tokoh-tokoh agama dalam pemilu memberikan suasana batin yang kuat. Seruan ini perlu diapresiasi,” ujarnya seperti dikutip lama Kementerian Agama, Rabu (2/4/2014).

Syaifullah Maksum, yang mewakili MUI berharap pemilu keempat di era reformasi menjadi pemilu yang betul-betul demokrasi.

“Jangan sampai terjadi seperti singkatan NPWP yang diplesetkan jadi 'nomor piro wani piro',” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemilu 2014, golput

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top