Korupsi Bansos: KPK Periksa Dosen IKJ

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya masih akan terus mendalami penyidikan kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi bantuan sosial (bansos) Bandung, Jawa Barat.
Lukmanul Hakim Daulay | 02 April 2014 13:23 WIB
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA--Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya masih akan terus mendalami penyidikan kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi bantuan sosial (bansos) Bandung, Jawa Barat. Untuk melengkapi perkara, penyidik memanggil Dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Dolorosa Sinaga.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (2/4/2014).

Dalam jadwal pemeriksaan KPK, Dolorosa Sinaga ditulis bukan hanya sebagai dosen. Dolorosa juga seorang seniman pembuat patung.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua hakim aktif sebagai tersangka baru kasus ini. Kedua tersangka itu adalah hakim tinggi Pengadilan Tinggi Jabar, Pasti Serefina Sinaga dan hakim ad hoc Pengadilan Negeri Tipikor Bandung Ramlan Comel.

Pasti Serefina dan Ramlan Comel diketahui tergabung dalam majelis hakim yang menangani perkara Bansos Bandung di tingkat Banding.

Pasti Serefina Sinaga diduga melanggar pasal 12 a atau c atau pasal 6 ayat 2, atau pasal 5 ayat 2 UU 31 1999 juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sedangkan Ramlan Comel dijerat dengan pasal 12 huruf a atau b atau c atau pasal 6 ayat 2, pasal 5 ayat 2, pasal 11 UU 31 1999, juncto pasal 55 KUHP.

Kasus ini berawal dari tertangkapnya hakim Setyabudi Tedjocahyono yang telah menerima suap dari Toto Hutagalung. Toto adalah orang kepercayaan mantan Walikota Bandung, Dada Rosada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korupsi bansos

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top