Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILEG 2014: Gaya Kampanye Jokowi, Biar Presidennya Kurus, Tapi Kuat

Di depan massa PDIP, Jokowi mengatakan biarpun presidennya kurus, namun kalau mendapat dukungan kuat di parlemen makan ia pun akan menjadi presiden kurus yang kuat.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 30 Maret 2014  |  17:12 WIB
Jokowi (kanan) saat mendampingi Megawati Soekarnoputri.
Jokowi (kanan) saat mendampingi Megawati Soekarnoputri.

Bisnis.com, MALANG -- Jokowi menjadikan ajang kampanye di Kota Malang sebagai tempat menawarkan dirinya sebagai capres sekaligus meminta warga kota apel ini mendukung PDIP secara mutlak.

Di depan massa PDIP, Jokowi mengatakan biarpun presidennya kurus, namun kalau mendapat dukungan kuat di parlemen makan ia pun akan menjadi presiden kurus yang kuat.

Tampil sebagai jurkamnas di lapangan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang Jawa Timur, Jokowi disambut antusiasme warga.

Ribuan warga yang hadir saling berebut untuk salaman mulai dari pintu masuk lapangan hinga di bibir panggung.

Mengenakan baju partai warna merah, pria asal Solo itu mendapat pengawalan ketat, sesekali warga yang gemes kepada Jokowi menarik tangannya.

Pengawal pribadi Jokowi dan satgas PDIP kesulitan menghalau banyaknya massa.

Sekitar pukul 15.00, Jokowi berhasil naik panggung ditemani juru kampanye nasional Da'i Bachtiar, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, dan Ketua DPC PDIP Kota Malang Eddy Rumpoko.

Setelah memegang mike, Jokowi meneriakkan 'merdeka' sebanyak empat kali, sama dengan nomor urut partai PDIP dalam Pileg 9 April nanti.

"Salam satu jiwa, apa kabar? Tahes [sehat, bacanya dibalik] kabeh? Saya lihat semangat semua," ujar Jokowi membuka orasi, Minggu (30/3/2014), menyapa warga dengan gaya Ngalam alias Malang yang dikenal dengan gaya bahaya walikan atau dibolak-balik.

Jokowi bertutur dirinya sudah tiga hari tidak tidur karena road show kampanye dari Sukabumi, Serang, Cilegon, Cianjur, Banjarmasin dan Malang. Sementara Senin, ia akan mengunjungi Ngawi, Ponorogo, Trenggalek sampai Pacitan dan cuma tidur sebentar.

Kepada para kader dan simpatisan, Jokowi mengharapkan tidak tidur cepat. Ia menyebutkan bahwa pileg hanya tinggal 9 hari lagi. Jokowi juga menyatakan tidak berharap ada kecurangan seperti pemilu 2004 dan 2009.

Waktu yang tinggal sebentar, kata Jokowi, adalah tantangan berat karena harus kuat-kuatan dengan partai lain.

Jokowi kemudian meminta kepada massa yang hadir untuk berbagi cerita dengan saudara, tetangga RT dan RW untuk mencoblos nomor 4 PDI Perjuangan.

Jika PDIP menang otomatis parlemennya kuat dan presidennya bekerja lebih mudah.

"Meski presidennya kurus tapi kuat," ujar Jokowi.

Ketika memimpin, Jokowi tidak ingin koalisi yang melahirkan transaksi, tawar menawar atau lobi melobi yang memperpanjang birokrasi.

Sehingga dia mendorong pemenangan di Malang harus mutlak. "Kalau menang tipis abot, abot, abot memang abot [berat]," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi capres 2014 kampanye pemilu
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top