Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pencapresan Jokowi Langgar Perjanjian Batu Tulis? Ini Jawaban PDIP

Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri atas penunjukkan Joko Widodo sebagai calon presiden dinilai telah melanggar perjanjian Batutulis dengan Prabowo Subianto. Apa tanggapan PDI Perjuangan?
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 16 Maret 2014  |  16:28 WIB
Pencapresan Jokowi Langgar Perjanjian Batu Tulis? Ini Jawaban PDIP
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri atas penunjukkan Joko Widodo sebagai calon presiden dinilai telah melanggar perjanjian Batutulis dengan Prabowo Subianto. Apa tanggapan PDI Perjuangan?

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menjawab beredarnya dokumen yang diduga merupakan perjanjian Batutulis.

"Seandainya ada perjanjian Batutulis itu otomatis gugur dengan sendirinya," katanya kepada Bisnis, Minggu (16/3/2014).

Dia beralasan gugurnya perjanjian itu karena pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto tidak mencapai kemenangan pada Pemilu Presiden 2009.

"Semua kader PDI Perjuangan harus tegak lurus mengikuti aturan dan keputusan partai," jelasnya.

Dokumen yang diduga perjanjian Batutulis itu beredar dan berisi tujuh poin kesepakatan itu ditandatangani oleh Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pada 16 Mei 2009. Saat itu, keduanya berkoalisi sebagai Capres dan Cawapres dari PDI Perjuangan dan Partai Gerindera.

Jika mengacu pada dokumen yang ditandatangi Megawati Soekarnoputri di atas materai Rp6.000 itu, pencapresan Joko Widodo tentu telah melanggar perjanjian. Namun, hingga saat ini, belum ada yang bersedia mengkonfirmasi keaslian dokumen tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi capres 2014 jokowi
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top