Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur Bali: Kampanye Gaya Blusukan Lebih Disukai

Gubernur Provinsi Bali Mangku Pastika mengimbau peserta pemilihan umum 2014 di Bali melakukan kampanye secara damai dan santun agar tidak menimbulkan gejolak keamanan di Pulau Dewata.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 15 Maret 2014  |  19:20 WIB
Gubernur Bali: Kampanye Gaya Blusukan Lebih Disukai
kampanye, pemilu

Bisnis.com, DENPASAR--Gubernur Provinsi Bali Mangku Pastika mengimbau peserta pemilihan umum 2014 di Bali melakukan kampanye secara damai dan santun agar tidak menimbulkan gejolak keamanan di Pulau Dewata.

"Saya harapkan jangan berkampanye ugal-ugalan, sudah tidak zamannya gagah-gagahan. Saya sendiri sebagai pemilih kesal kalau melihat yang ugal-ugalan seperti itu,"ujarnya dalam pidato Pembukaan Kirab Karnaval Pemilu 2014 di Lapangan Renon, Denpasar, Sabtu(15/3/2014).

Menurut dia, Bali adalah pulau yang menjunjung tinggi asas demokrasi dan selalu menggemakan semangat kedamaian di dunia.

Jadi, jangan sampai ada kerusuhan atau keributan dalam proses kampanye para calon anggota legislatif tahun ini. Sebaliknya, putra terbaik Bali harus menunjukkan sikap penuh etika.

Jika melakukan cara-cara yang tidak lazim dalam berkampanye, sambung dia, masyarakat akan tahu dan tidak akan memilih Caleg yang bertolak belakang dengan hati rakyat.

Masa kampanye ini dianggap momentum paling intensif untuk merebut hati rakyat dengan santun.

Kepala daerah yang juga Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu bahkan menyarankan para Caleg meniru gaya pemimpin yang melakukan 'blusukan' agar disukai rakyat.

"Tiru yang blusukan, baik hati, itu yang disukai rakyat," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014 kampanye pemilu
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top