Kabut Asap Turunkan Minat Investasi di Riau

Bencana kabut asap yang melanda Provinsi Riau selama sebulan terakhir berisiko menurunkan minat investasi pelaku usaha jika kebakaran hutan terus terjadi setiap tahun.
Rio Sandy Pradana | 02 Maret 2014 16:02 WIB
kabut asap

Bisnis.com, PEKANBARU—Bencana kabut asap yang melanda Provinsi Riau selama sebulan terakhir berisiko menurunkan minat investasi pelaku usaha jika kebakaran hutan terus terjadi setiap tahun.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau Helfried Sitompul mengatakan kabut asap bisa berdampak pada penurunan produktivitas pekerja. Perusahaan berskala internasional akan mengurangi hingga menghentikan jam kerja untuk menjaga kesehatan pegawai.

“Sektor industri padat karya bisa berpikir ulang jika bencana ini terjadi setiap tahun. Mereka pasti tidak mau rugi setelah menginvestasikan banyak uangnya di sini, terutama sektor padat karya,” kata Helfried kepada Bisnis, Minggu (2/3/2014).

Dia menambahkan kebakaran hutan juga bisa menimbulkan efek tidak ramah lingkungan bagi produk yang dihasilkan. Padahal, mayoritas perusahaan besar sangat memperhatikan faktor lingkungan.

Terlebih jika hasil produksi perusahaan tersebut akan dijual ke luar negeri bisa mendapatkan penolakan dari negara tujuan melihat kondisi pabrik yang terkena kabut asap.

Helfried menuturkan faktor lain adalah adanya gangguan penerbangan. Tertundanya beberapa jadwal penerbangan bisa menggangu jadwal bisnis pelaku usaha yang mempunyai anggapan bahwa waktu adalah uang.

“Di Kabupaten Siak tingkat pencemaran udara sempat mencapai 481 PSI [pollutant standard index] atau sudah merah level 3 yang artinya sudah membahayakan kesehatan manusia. Kalau terus seperti ini, mana ada orang yang mau [investasi] ke sini,” ujarnya.

Bahkan, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kerjasama Internasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau Viator Butar Butar memprediksi kerugian yang muncul bisa mencapai Rp10 triliun.

“Kerugian tersebut muncul akibat penurunan produktivitas usaha serta tertundanya mobilisasi barang dan orang melalui transportasi darat, udara, dan laut,” kata Viator.

Dia menjelaskan gangguan produktivitas menimbulkan kerugian hingga 30% dari total Produk Domestik Regional Bruto (PRDB). Jika, PRDB Riau mencapai Rp342,69 triliun, maka kerugian mencapai Rp10 triliun.

 

Tag : Kabut Asap
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top