Parlemen Tinggi Rusia: Kirim Tentara ke Ukraina

AS dan negara Sekutu nampaknya akan segera menghadapi konfrontasi terbesar melawan Rusia sejak Perang Dingin setelah Majelis Tinggi Parlemen Rusia menyetujui proposal Presiden Vladimir Putin untuk menggunakan tentara di Ukraina
Arys Aditya | 02 Maret 2014 18:03 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—AS dan negara Sekutu nampaknya akan segera menghadapi konfrontasi terbesar melawan Rusia sejak Perang Dingin setelah Majelis Tinggi Parlemen Rusia menyetujui proposal Presiden Vladimir Putin untuk menggunakan tentara di Ukraina.

Deklarasi Putin bahwa Moskow memiliki hak untuk menginvasi tetangganya itu, membuka peluang membuat Ukraina menjadi medan tempur antara Rusia melawan AS dan UE.

Hal ini membuat negara Barat khawatir. “Obama sangat cemas dengan pelanggaran terbuka yang dilakukan Rusia terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, yang juga merusak hukum internasional,” kata pernyataan resmi White House, yang dikutip Reuters, Minggu (2/3/2014).

Di sisi lain, Perdana Menteri interim Ukraina Arseny Yatseniuk mengatakan, deklarasi Putin itu sekaligus menegaskan akan dimulainya perang dan akhir dari segala hubungan antara Ukraina dan Rusia.

Petinggi NATO yang menolak disebutkan namanya menyebutkan, apa yang bergulir saat ini merupakan situasi paling berbahaya sejak invasi Soviet ke Cekoslovakia pada 1968. “Secara realistis, kita dapat mengasumsikan bahwa Crimea sudah di genggaman Rusia. Tantangannya sekarang adalah mencegah Rusia untuk masuk lebih dalam,” tuturnya.

Tag : nato, rusia, kerusuhan ukraina
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top