Inflasi Zona Euro Masih di Zona Merah, ECB Pertahankan Suku Bunga?

Meskipun tingkat inflasi kawasan Euro masih berada di zona bahaya, inflasi pada Februari 2014 belum mencapai level terendah dari target European Central Bank (ECB).
Amanda Kusumawardhani | 02 Maret 2014 22:40 WIB

Bisnis.com, BRUSSELS—Meskipun tingkat inflasi kawasan Euro masih berada di zona bahaya, inflasi pada Februari 2014 belum mencapai level terendah dari target European Central Bank (ECB).

Keadaaan itu semakin memperkecil kemungkinan ECB akan melanjutkan kebijakan pelonggaran kebijakan moneter pada pertemuan pekan mendatang.

Badan Statistik Uni Eropa (Eurostat) pada Jumat (28/2/2014) memperkirakan harga konsumen di 18 negara yang menggunakan euro sebagai mata uangnya meningkat pada laju tahunan sekitar 0,8% pada bulan ini.

Estimasi tingkat inflasi yang diumumkan Eurostat adalah level yang sama pada Desember 2013 dan Januari 2014, setelah mencapai inflasi 0,9% pada November dan 0,7% pada Oktober tahun lalu.

Survei Reuters yang dihimpun dari sejumlah ekonom memperkirakan inflasi berada pada 0,7%. Baru-baru ini, kawasan Euro mengkhawatirkan risiko deflasi seiring dengan komitmen untuk pulih dari krisis utang.

Persoalan itu mencuatkan ekspektasi ECB akan menggunakan suku bunga atau kebijakan lainnya untuk menggenjot ekonomi Zona Euro.

“Inflasi yang melampaui target akan memperkecil kemungkinan ECB akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan depan. Sejauh ini, kami masih memprediksi bank sentral akan mempertahankan suku bunga,” kata Nick Kounis, Ketua Riset Makro ABN AMRO, Jumat (28/2/2014).

Data Eurostat menunjukkan laju inflasi pada Februari pada bulan ini masih cukup stabil karena rendahnya harga energi yang diimbangi dengan meningkatnya harga barang-barang industri dan jasa.

Namun, Kounis mengatakan inflasi di Zona Euro saat ini terlihat tidak konsisten dengan laju inflasi yang merosot di Jerman, Spanyol, Italia, dan Belgia.

“Kemungkinan, hasil yang ada sekarang lebih ditopang oleh melonjaknya inflasi di Prancis yang datanya masih belum dirilis. Tapi ini akan lebih sulit untuk dijelaskan. Kami memperkirakan inflasi Zona Euro akan terkoreksi ke bawah pada estimasi terakhir,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Mario Draghi mengemukakan potensi inflasi Zona Euro akan berada pada titik kritis yaitu di bawah 1%. Tetapi, baru-baru ini, dirinya mengatakan risiko deflasi sejauh ini masih belum terlihat.

Sementara itu, ekonom IHS Global Insight Howard Archer menuturkan hal cukup serius akan terjadi ketika ECB tidak melihat deflasi sebagai ancaman serius terhadap ekonomi Zona Euro. Padahal, ada kekhawatiran laju inflasi di bawah 1% akan bertahan pada waktu yang lama.  

Faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas inflasi di Zona Euro misalnya harga energi, makanan, alkohol, dan rokok terlihat menunjukkan kenaikan. Eurostat mencatat adanya kenaikan sebesar 1,0%  year on year (yoy) pada bulan ini dari 0,8% pada Januari 2014 dan 0,7% pada Desember tahun lalu.

Tekanan harga diprediksi masih bertahan lama menyusul tingkat pengangguran masih mencetak angka tertinggi yaitu 12% pada bulan ini, tidak berubah dari Januari 2014.

Sumber : Reuters

Tag : zona euro
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top