Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNN Bongkar Penyelundupan 60 Kg Sabu di Palabuhanratu Sukabumi

Pada Rabu (26/2/2014), Badan Narkotika Nasional berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu diduga sekitar 60 kg, di Kecamatan Palabuharatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 Februari 2014  |  19:21 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi rupanya menjadi daerah yang disukai penyelunduk narkoba jaringan internasional.

Pada Rabu (26/2/2014), Badan Narkotika Nasional berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu diduga sekitar 60 kg, di Kecamatan Palabuharatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dua warga negara asing asal Iran bernama Said dan Mustopa ditangkap Badan Narkotika Nasional di Kampung Panyawelan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dari kedua penyelundup narkoba itu BNN berhasil menyita barang bukti sabu seberat 60 kilogram dengan kisaran harga mencapai Rp75 miliar, kata Deputi Pemberantasan BNN Deddy Fauzi El Hakim, Rabu.

"Pengungkapan sindikat narkoba ini merupakan kerjasama BNN dengan Drugs Informations Agency, Amerika Serikat yang mencurigai adanya pengiriman sabu-sabu ke wilayah Indonesia melalui perairan laut," kata Deddy.

Menurut Deddy, pengungkapan kasus ini berawal saat mobil rental yang ditumpangi kedua tersangka mengalami kecelakaan di lokasi penemuan sabu pada dua minggu yang lalu.

BNN sudah mencurigai keduanya dari awal karena warga Iran ini merupakan salah satu jaringan internasional yang dicari BNN maupun Badan Pemberantasan Narkoba Internasional.

Para tersangka ini menyembunyikan barang haram tersebut di Hutan Lincung, Kecamatan Palabuhanratu.

Namun, Said dan Mustopa ini menginap di Hotel Bayu Amarta, Palabuhanratu.

Setelah keduanya ditangkap, BNN kemudian mengembangkan dan berhasil menemukan sabu yang dikubur dalam tanah.

"Barang bukti ini kualitasnya atau kemurniannya sangat bagus, berdasarkan perkiraan harga 100 ribu dolar AS setiap satu kilogramnya atau sekitar Rp1 miliar lebih," tambah Deddy.

Ia mengatakan, pihaknya juga masih mengembangkan pengungkapan kasus sindikan jaringan narkotika internasional.

Itu dilakukan untuk mengetahui apakah kedua orang ini ada kaitannya dengan pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan pihaknya dan Polri di Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Pada pengungkapan di Ciracap, tiga orang warga Iran tewas dalam penggerebegan.

Lebih lanjut diterangkan Deddy bahwa jaringan internasional ini sudah beberapa kali menyelundupkan narkoba tersebut ke Indonesia melalui jalur laut Sukabumi.

Di sisi lain, saat ini jaringan internasional sudah melihat Indonesia sebagai negara tujuan peredaran narkotika dan bukan negara transit lagi, karena tingginya pengguna narkoba di Indonesia yang mencapai 4,2 juta jiwa.

"Kami masih mengembangkan apakah narkoba ini hanya dijual di Indonesia apakah akan juga diselundupkan ke negara lain. Ditambah saat ini penyelundup narkoba internasional lebih memilih jalur laut karena dinilai mereka lebih aman," kata Deddy.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sabu-sabu

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top