Bisnis Hotel dan Kondotel Marak di Kota Batu, Malang

Sedikitnya tiga kondominium hotel atau kondotel akan berdiri di Kota Batu, Jawa Timur, sepanjang 2014 hingga 2015 mendatang.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 26 Februari 2014  |  13:51 WIB
Bisnis Hotel dan Kondotel Marak di Kota Batu, Malang
Ilustrasi-Wahana Kursi Terbang di Batu Night Spactacular kota wisata Batu, Malang. - Antara

Bisnis.com, BATU – Kota Batu, Malang, Jawa Timur, kian menarik perhatian para investor di bidang perhotelan.

Sedikitnya tiga kondominium hotel atau kondotel akan berdiri di Kota Batu, Jawa Timur, sepanjang 2014 hingga 2015 mendatang.

Selain kondotel, Pemkot Batu juga telah menerima pengajuan izin sedikitnya tujuh hotel berbintang baru.

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko mengatakan, pemkot telah menyetujui pembangunan kondotel yang dilakukan oleh investor.

Selain kondotel, sedikitnya enam wahana atau obyek wisata baru juga akan berdiri.

“Termasuk di dalamnya adalah kereta gantung,” kata Eddy Rumpoko di Batu, Selasa (26/2/2014) sore.

Menurut Eddy, pembangunan fasilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat utamanya para wisatawan yang datang ke Kota Batu.

Disetujuinya pembangunan semua fasilitas tersebut juga dalam rangka mewujudkan Kota Batu menjadi destinasi wisata internasional.

Semua investor berasal dari luar Batu, bahkan ada yang sharing dengan investor dari luar negeri.

Total nilai investasi mencapai Rp1 triliun.

“Nilai investasi bisa lebih dari Rp1 triliun. Karena saat ini masih banyak yang mengajukan izin,” jelas Eddy.

Pembangunan kondotel dan hotel akan difokuskan di daerah yang memenuhi tata ruang sesuai persetujuan antara pemkot dan DPRD Kota Batu.

Pembangunan juga bakal disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah atau RTRW.

Berkembangnya dunia pariwisata di Batu dinilai akan sekaligus meningkatkan ekonomi mesyarakat.

Hal itu ditandai dengan banyaknya masyarakat Batu yang mulai menggeluti dunia perdagangan dan jasa.

Banyaknya wisatawan yang datang ke Batu membuat usaha yang digeluti masyarakat terus bergerak dan tumbuh.

Eny Rachyuningsih, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Batu, mengatakan sesuai tata ruang wilayah, pembangunan kondotel dan hotel akan diprioritaskan di kawasan perdagangan dan usaha.

“Paling banyak bakal berdiri di kawasan Kecamatan Junrejo dan Batu,” tambah Eny.

Ia menambahkan, di Kecamatan Bumiaji sebagain besar wilayahnya untuk kawasan pertanian dan perdagangan.

Kalaupun ada pembangunan fasilitas maka ruang terbuka hijaunya harus di atas 20%.

Sedangkan di Kecamatan Junrejo dan Batu ruang terbuka hijaunya sudah mencapai 20%.

Priyanto, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Batu, mengatakan sepanjang 2009-2013 Kota Batu mampu mencatat nilai investasi sebesar Rp9,3 triliun.

Kontribusi terbesar atas investasi tersebut berasal dari sektor pariwisata.

Raihan investasi tersebut akan terus meningkat menyusul masih besarnya potensi pariwisata yang ada di Batu.

“Peluang investor untuk masuk di sektor pariwisata masih terbuka lebar. Tidak hanya di bidang wisata buatan, namun juga pengembangan desa wisata,” sebut Priyanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota batu

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top