Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Parpol Bertanggungjawab Atas Partisipasi Pemilih, Ini Alasannya

Partai politik bertanggungjawab atas besar kecilnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum legislatif 9 April 2014, bukan penyelenggara pemilu seperti KPU.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Februari 2014  |  14:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – KPU dinilai tidak bertanggungjawab atas tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2014.

Pakar Hukum Tata Negara Irmanputra Sidin menegaskan partai politik bertanggungjawab atas besar kecilnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum legislatif 9 April 2014, bukan penyelenggara pemilu seperti KPU.

"Tanggungjawab pertama dan utama terhadap besar kecilnya partisipasi rakyat dalam pemilu adalah parpol sebagai peserta pemilu, bukan penyelenggara pemilu seperti KPU," kata Irman, Jumat (21/2/2014).

Menurut Irman, parpol adalah organisasi berbasis kerakyatan bukan berbasis kekuasaan, parpol adalah organisasi yang akan menjadi lidah dialog antara rakyat dan kekuasaan.

Parpol, tambah Irman, diharapkan bisa memaksa bahkan mengkondisikan kekuasaan agar hadir 24 jam dalam kehidupan rakyat baik individu atau kelompok.

Oleh karenanya, lanjut dia, parpol diberikan hak eksklusif untuk menjadi satu satunya organisasi berbasis kerakyatan yang bisa menjadi peserta pemilu DPR dan DPRD serta satu satunya organisasi yang bisa mengusulkan pasangan calon presiden.

"Habitat parpol adalah rakyat, oksigen parpol adalah rakyat. Oleh karenanya semakin dekat parpol itu ke rakyat maka otomatis rakyat akan tidak sabar menunggu hari H pemungutan suara 9 April 2014," kata Irman.

Menurut Irman, rakyat akan berebutan bahkan berdesak-desakan untuk memilih di TPS di hari pemungutan suara nanti guna memilih calon calon dan/atau parpol terbaik yang dianggapnya akan memperjuangkan nasib individual atau kelompoknya agar Negara melakukan pemenuhannya.

"Oleh karenanya, bukan tanggungjawab konstitusional penyelenggara pemilu seperti KPU akan besar kecilnya partisipasi rakyat sebagai pemilih , namun itu tanggungjawab parpol sebagai kontestan pemilu, parpol lah yang harus terus tak lelah mendekati hati rakyat dan masih cukup waktu , agar sebelum pemungutan suara rakyat sudah punya preferensi pilihan di 9 April nanti," kata Irman.

Menurut Irman, semakin parpol menyatu dengan rakyat, maka semakin banyak dan besar harapan rakyat untuk tak sabar menanti hari H pemilu nanti untuk berebutan mencoblos pilihan hatinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top