Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana Saksi Pemilu: Pemerintah Dan Bawaslu Saling Tuding

Pemerintah dan Badan Pengawas Pemilihan Umum saling lempar tudingan terkait usulan anggaran dana saksi Pemilu yang diambil dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 28 Januari 2014  |  10:49 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah dan Badan Pengawas Pemilihan Umum saling lempar tudingan terkait usulan anggaran dana saksi Pemilu yang diambil dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

Ketua Badan Pengawas Pemilu Muhammad mengatakan anggaran honor saksi dari perwakilan parpol merupakan inisiatif pemerintah karena pihaknya tidak pernah mengajukan usul tersebut.

“Ketika rapat koordinasi, pemerintah menyampaikan ada keluhan dari peserta pemilu terkait pentingnya menghadirkan saksi di setiap TPS (tempat pemungutan suara). Sekali lagi, ini bukan dari Bawaslu (tapi) ini aspirasi parpol kepada pemerintah," kata Muhammad di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

ia membantah jika permintaan dana saksi untuk perwakilan parpol itu muncul dari Bawaslu, dan menjelaskan bahwa Bawaslu dipertimbangkan sebagai pihak yang paling tepat untuk mengelola anggaran tersebut.

"Pak Menko Polhukam menjelaskan ada permintaan parpol ke Pemerintah, tapi beliau tidak menjelaskan partai mana saja," tambahnya.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, kepada Antara, mengatakan usulan terkait honor saksi dari perwakilan parpol pada Pemilu Legislatif 9 April mendatang muncul dari Badan Pengawas Pemilu yang menampung usulan dari partai politik.

"Itu Bawaslu dulu yang usul, pada waktu pembahasan muncul ide untuk saksi parpol. Dalam hal ini Pemerintah akan mempertimbangkan kalau ini sudah matang antara parpol dan Bawaslu," kata Gamawan di Jakarta, Senin (27/1/2014).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014 bawaslu
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top