Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hatta Minta Mendagri Perjelas Soal Fasilitas Negara dalam Kampanye

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Menteri Koordinator bidang Perekonmian Hatta Rajasa meminta Menteri Dalam Negeri menjelaskan maksud fasilitas negara yang tidak boleh digunakan oleh pejabat saat berkampanya.
Anggi Oktarinda
Anggi Oktarinda - Bisnis.com 16 Januari 2014  |  20:30 WIB
Hatta Minta Mendagri Perjelas Soal Fasilitas Negara dalam Kampanye
/Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Menteri Koordinator bidang Perekonmian Hatta Rajasa meminta Menteri Dalam Negeri menjelaskan maksud fasilitas negara yang tidak boleh digunakan oleh pejabat saat berkampanye.

Hal itu untuk meminimalkan peluang penggunaan fasilitas negara tertentu oleh pejabat negara baik di tingkat menteri maupun gubernur.

“Oleh sebab itu, Mendagri harus merumuskan apa itu yang dimaksud dengan fasilitas negara,” katanya di Kantor Presiden, Kamis (16/1/2013).

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyebutkan menteri dan pejabat negara diberikan izin untuk melakukan kampanye menjelang pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden.

Para menteri dan pejabat negara, ujarnya, diperbolehkan mengajukan izin maksimal satu hari dalam sepekan -di luar hari libur akhir pekan- untuk melakukan kampanye.

Menteri, lanjutnya, dapat mengajukan izin cuti untuk keperluan kampanye kepada presiden. Sementara itu, gubernur dan kepala daerah harus mengajukan izin cuti untuk keperluan kampanye kepada Menteri Dalam Negeri.

Namun demikian, ujarnya, terdapat larangan-larangan yang harus dipenuhi oleh para pejabat saat melakukan kampanye.

“Waktu cuti tidak boleh mengganggu kerja. Kemudian tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top