Mendikbud: Ada Kaitan Utuh Antara Kurikulum 2013 dan UN

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan ada kaitan utuh antara Kurikulum 2013 dan Ujian Nasional (UN). Kaitan tersebut berangkatnya dari delapan standar nasional pendidikan (SNP).
Ismail Fahmi | 02 Desember 2013 10:30 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengklaim  ada kaitan utuh antara Kurikulum 2013 dan Ujian Nasional (UN). Kaitan tersebut  berangkatnya dari delapan standar nasional pendidikan (SNP).

"Karena satu kesatuan utuh maka menjadi perhatian khusus kita. Penilaian itu bagian kurikulum. UN dan ujian sekolah adalah bagian dari penilaian dan penilaian bagian dari kurikulum," katanya pada Rapat Koordinasi Persiapan Implementasi Kurikulum 2013 pada  2014 dan Ujian Nasional 2014 seperti dimuat situs Kemendikbud, Senin (2/12/2013).

Penilaian, kata Mendikbud, adalah alat untuk umpan balik dalam perbaikan tidak hanya isi, bahkan melalui UN bisa mendapatkan rapor kinerja guru, sekaligus kinerja sekolah. "Tiap satuan pendidikan kita bisa dapatkan rapornya."

Mendikbud mencontohkan hubungan antara pemetaan dengan kelulusan. Hal ini, kata dia, dapat dilihat saat seleksi. Menurut dia, peta yang bagus didapat dari data yang akurat. Peta itu tentang kompetensi anak karena kaitannya dengan kelulusan.

"Tetap kita petakan kalau peta itu terkait kompetensi kelulusan sang anak. Kita tidak bisa mendapatkan kompetensi tadi secara valid dan akurat kalau si anak itu menjawab soal-soalnya itu tidak punya implikasi terhadap kelulusan," katanya.

Menurut Mendikbud, jika soal yang dikerjakan anak tidak memiliki implikasi terhadap kelulusan dan prestasi maka anak tidak akan menjawab sekuat tenaga, sehingga peta yang didapatkan tidak mencerminkan riil potensi kompetensi anak.

"Dari situ harus diberi reward and punishement supaya anak keluarkan seluruh kemampuannya, sehingga diketahui persis kemampuan sang anak. Tidak boleh berhenti sampai di situ dikaitkan dengan pembinaan dan perbaikan," jelas Nuh.

Tag : ujian nasional
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top