Poster Film Diana di Paris Picu Kontroversi, Inggris Tersinggung

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan distributor film Le Pacte menyatakan telah mencabut poster film  Diana dari lokasi kecelakaan mantan istri Pangeran Charles tersebut dari gerbang terowongan Pont de l\'Alma, Paris, menjelang pemutaran film
John Andhi Oktaveri | 02 Oktober 2013 09:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan distributor film Le Pacte menyatakan telah mencabut poster film  Diana dari lokasi kecelakaan mantan istri Pangeran Charles tersebut dari gerbang terowongan Pont de l'Alma, Paris, menjelang pemutaran film perdana di Prancis hari ini.

"Kami meminta poster itu dicabut setelah menjadi berita kontroversi di media Inggris,” ujar satu sumber Le Pacte kepada wartawan AFP sebagaimana dikutip situs berita thelocal.fr, Rabu (2/10/2013).

Menurutnya, poster itu merupakan salah satu dari sekitar 1.000 poster yang dipasang di kota Paris untuk mempromosikan film tersebut.

Diana, yang lebih dikenal dengan sebutan Lady Di, tewas bersama kekasihnya Dodi al-Fayed serta supirnya setelah mobil yang membawanya menabrak sebuah tiang di dalam terowongan Pont de l'Alma. Dia merasa terganggu karena diburu oleh fotografer yang ingin mendapotkan fotonya bersama sang kekasih beda agama.

Sejumlah koran terbitan Inggris mengkritik pihak promotor menempatkan poster itu di lokasi kecelakaan tersebut. Daily Mail, sebagaimana mengutip teman Diana, Rosa Monckton, menyebut tindakan itu "tidak bermoral dan tidak sensitif". Adapun koran The Daily Star menyebut tindakan itu "tidak berperasaan".

Film Diana, yang dibintangi Naomi Watts, mendapat kritikan tajam saat penayangan perdana di London bulan lalu. Film tersebut bercerita soal kisah cinta Diana dengan dokter ahli bedah asal Pakistan yang beragama Islam, Hasnat Khan. Meski berasal dari Pakistan dokter itu membuka praktiknya di Inggris.

Sejak kematian Diana, kawasan Pont de l'Alma menjadi sebuah monumen tidak resmi bagi putri Kerajaan Inggris tersebut. Banyak pesan yang ditulis oleh para penggemarnya di sekitar terowongan itu sebagai bentuk rasa simpati pada almarhum ibunda calon pewaris tahta salah satu kerajaan tertua di dunia tersebut.

Sumber : www.thelocal.fr

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top