PERBANKAN SUMUT: Kredit Kuartal I Naik 21,96% ke Rp133,84 Triliun

BISNIS.COM, MEDAN–Nilai kredit perbankan di Sumatera Utara yang telah digelontorkan hingga triwulan I/2013 mencapai Rp133,84 triliun, meningkat 21,96% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp109,74 triliun.
Dewi Andriani | 30 April 2013 11:46 WIB

BISNIS.COM, MEDAN–Nilai kredit perbankan di Sumatera Utara yang telah digelontorkan hingga triwulan I/2013 mencapai Rp133,84 triliun, meningkat 21,96% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp109,74 triliun.

Deputi Direktur Divisi Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Wilayah IX Mikael Budisatrio mengatakan dari total kredit yang disalurkan tersebut sebagian besar masih berasal dari perbankan konvensional yakni sekitar Rp126,4 tiliun, sementara kontribusi dari perbankan syariah hanya Rp7,4 triliun.

“Penyaluran kredit di Sumut pada Maret 2013 sebesar Rp133,84 triliun menunjukan peningkatan secara year on year 21,96% dan 0,62% month to month,” ucapnya dalam rilisnya hari ini, Selasa (30/4/2103).

Meski meningkat, kredit macet atau NPL (non performing loans) masih dapat dijaga yang hingga Maret ini tercatat sebesar 2,25%. Sedangkan perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan pun cukup proporsional yakni 97,04%.

Budisatrio menambahkan dari total pembiayaan yang sudah teralisasi tersebut, sebagian besar untuk mendukung kredit pada sektor perdagangan, hotel, restoran senilai Rp33,74 triliun, kredit sektor industri pengolahan Rp22,55 triliun, serta sektor pertanian yang mencapai Rp20,79 triliun.

“Dukungan kredit perbankan terhadap sektor-sektor ekonomi utama di Provinsi Sumatera Utara juga menunjukkan tren yang meningkat.”

Sementara tingkat suku bunga kredit pada Maret ini pun terbilang cukup baik tercatat 11,1%, masih di bawah rata-rata selama 3 tahun terakhir sebesar 11,3%.

Menurutnya hal tersebut menunjukan dalam jangka panjang trend suku bunga perbankan akan menurun seiring dengan stabilnya suku bunga acuan (BI Rate), didukung pula oleh stabilnya tingkat inflasi.

“Pada periode ke depan, seiring dengan relatif stabilnya tingkat inflasi maka tren penurunan suku bunga perbankan masih akan terus berlanjut,” ujarnya.

Tag : bank indonesia, kredit
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top