Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bawaslu Jateng Imbau Pasangan Cagub/cawagub Jauhi Kampanye Hitam

BISNIS.COM, SEMARANG -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng mengimbau tim sukses dan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) menjauhi kampanye hitam (black campaign).
Endot Briliantono
Endot Briliantono - Bisnis.com 03 April 2013  |  08:16 WIB
Bawaslu Jateng Imbau Pasangan Cagub/cawagub Jauhi Kampanye Hitam

BISNIS.COM, SEMARANG -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng mengimbau tim sukses dan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) menjauhi kampanye hitam (black campaign).

Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo, mengatakan pelaku kampanye hitam pada Pemilihan Gubernur(Pilgub) Jateng 2013,bisa dijerat hukum.

”Kampanye hitam merupakan tindak pidana, pelakunya bisa dijerat dengan Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,” kata Teguh, Selasa (2/4/2013).

Berdasarkan ketentuan Pasal 78 UU huruf No 32/2004, dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan calon kepala daerah/wakil kepala daerah dan atau partai politik (parpol).

Pihak-pihak yang sengaja melanggar ketentuan Pasal 78 tersebut, lanjut Teguh, sesuai Pasal 116 UU No 32/2004 diancam pidana penjara paling singkat tiga bulan atau paling lama 18 bulan. ”Atau denda uang paling sedikit Rp600.000 dan paling banyak Rp6 juta.”

Bawaslu pun mengimbau tim sukses atau cagub dan cawagub tidak melakukan cara-cara kotor atau kampanye hitam. ”Sebelum resmi penetapan pasangan cagub dan cawagub oleh KPU Jateng, kami tak bisa menindak pelaku kampanye hitam,” ujar dia lagi.

Dia menyarankan jika saat ini ada pihak-pihak yang telah menggunakan kampanye hitam, semisal menyerang cagub tertentu, hendaknya dilaporkan ke polisi. ”Untuk mencegah kampanye hitam, Bawaslu akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait, agar pilgub Jateng berjalan damai.”

Sebelumnya, beredar kampanye hitam yang mengisukan cagub dari PDIP, Ganjar Pranowo, dengan tudingan beragama nonmuslim. Isu itu tersebar di masyarakat wilayah pantai utara (pantura) dan wilayah tengah Jateng. Padahal, Ganjar sudah naik haji pada 2012.

Terhadap isu miring semacam itu, Ganjar menanggapi dengan santai. ”Biarkan saja, tak usah dibalas. Prinsipnya, saya saling menghargai dan berkampanye secara sopan,” ujar dia.

Menurut pengamat politik dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Joko Prihatmoko, isu agama di Jateng tidak banyak berpengaruh. Sebab, masyarakat sekarang sudah semakin dewasa, sehingga bisa menerima perbedaan multikulturalisme seperti agama, suku, ras dan golongan.

”Menggunakan isu agama dalam kampanye sudah bukan zamannya lagi, masyarakat tak lagi mempermasalahkannya.”

Sebagai contoh, saat kampanye, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diserang isu agama dan ternyata justru bisa meraih dukungan masyarakat. ”Sekarang masyarakat lebih cenderung pada figur dan kinerja calon gubernur dalam menentukan pilihan.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng pilkada bawaslu kampanye hitam

Sumber : Solopos/Insetyonoto

Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top