Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKSI HACKER: Simpatisan Aaron Swartz Ancam Beber Data Departemen Kehakiman AS

JAKARTA—Sekelompok hacker mengaku telah menyusup ke jaringan dan website Departemen Hukum Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Mereka mengancam akan membeberkan data-data yang diunduh dari Komisi Hukuman di departemen itu.Dilansir Reuters, Sabtu
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Januari 2013  |  14:19 WIB

JAKARTA—Sekelompok hacker mengaku telah menyusup ke jaringan dan website Departemen Hukum Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Mereka mengancam akan membeberkan data-data yang diunduh dari Komisi Hukuman di departemen itu.

Dilansir Reuters, Sabtu (26/1/2013) waktu setempat, website yang beralamat di www.ussc.gov itu sempat ditutup pada Sabtu pagi. Para hacker itu mengklaim tindakannya sebagai bentuk dukungan kepada mendiang Aaron Swartz, aktivis Internet yang mati bunuh diri 11 Januari lalu.

Mereka beraksi mengatasnamakan diri Anonymous. Selama ini kelompok itu dikenal cukup aktif beraksi di Internet. Sejumlah situs penting pemerintahan di Amerika Serikat pernah menjadi bulan-bulanan kelompok yang identik dengan topeng ala Guy Fawkes itu.

Dalam sebuah video yang diunggah ke Internet, Anonymous mengkritik tuntutan yang dialamatkan kepada Swartz yang dianggap melakukan tindakan kriminal karena mencuri 4 juta naskah akademik milik Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang dikelola sistem JSTOR dan membaginya melalui Internet. Swartz terancam hukuman penjara selama 31 tahun dan denda US$1 juta.

Hingga kini FBI masih menginvestigasi serangan Anonymous. “Kami segera tanggap dan menganggap ini adalah investigasi kriminal. Kami selalu merespons saat seseorang masuk ke jaringan pemerintah maupun orang lain secara ilegal,” ujar Richard McFeely dari Biro Kriminal, Siber, Respons dan Pelayanan FBI. (Reuters/bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Galih Kurniawan

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top