Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELANTIKAN OBAMA: Janji Bangun Persekutuan Dunia, Bukan Perang Tanpa Henti

WASHINGTON--Presiden Barack Obama Senin  (21/1) waktu setempat berjanji membangun "persekutuan kuat" di seluruh dunia dan bertekad menciptakan keamanan dunia  tanpa "perang yang tanpa henti"."Amerika akan tetap menjadi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Januari 2013  |  05:48 WIB

WASHINGTON--Presiden Barack Obama Senin  (21/1) waktu setempat berjanji membangun "persekutuan kuat" di seluruh dunia dan bertekad menciptakan keamanan dunia  tanpa "perang yang tanpa henti".

"Amerika akan tetap menjadi jangkar persekutuan kuat di setiap sudut dunia," kata Obama di tangga gedung Capitol (DPR) AS tempat ia dilantik untuk masa jabatan kedua.

"Dan kita akan memperbarui lembaga-lembaga yang memperbesar kapasitas kita menangani krisis di luar negeri karena tidak ada yang bisa memiliki tonggak yang kuat di dunia yang damai kecuali bila negaranya kuat," kata Obama.

Mengenai akhir perang Irak dan penarikan mendatang pasukan AS dari Afghanistan, Obama mengatakan, "Kita, rakyat, masih percaya bahwa mempertahankan keamanan dan perdamaian abadi tidak memerlukan perang tanpa henti."

Namun,  dia  berjanji "mendukung demokrasi--mulai dari Asia hingga Afrika, dari Amerika hingga Timur Tengah, karena kepentingan dan kesadaran kita mengharuskan kita bertindak atas nama mereka yang merindukan kebebasan".

"Dan kita harus menjadi sumber harapan bagi kaum miskin, kaum sakit, kaum terpinggirkan, korban prasangka -- bukan hanya untuk amal, namun karena perdamaian di masa kita mengharuskan kemajuan terus-menerus atas prinsip yang digambarkan keyakinan kita bersama: toleransi dan peluang, martabat manusia dan keadilan," katanya seperti dilaporkan AFP.

Pemerintah Obama memperkuat hubungan dengan sekutu-sekutu AS di Asia sebagai tanggapan atas apa yang dianggap sejumlah negara sebagai kesombongan China.

Pelantikan Obama itu dilakukan di tengah intervensi Prancis terhadap militan garis keras di Mali dan ketika sejumlah kalangan AS mengecam pemerintah Washington karena tidak membantu Paris. (Antara/Reuters/if)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top