Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Pintu Air Ciliwung Lama Dibuka, Istana Negara 'Benar-Benar' Terendam

JAKARTA—Pintu Air Ciliwung lama bakal dibuka apabila Banjir Kanal Barat tak bisa menampung debit air dari hulu sungai Ciliwung. Kawasan Istana Negara pun terancam banjir jika pintu air tersebut dibuka.“Banjir akan dialirkan ke Ciliwung lama
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  12:49 WIB

JAKARTA—Pintu Air Ciliwung lama bakal dibuka apabila Banjir Kanal Barat tak bisa menampung debit air dari hulu sungai Ciliwung. Kawasan Istana Negara pun terancam banjir jika pintu air tersebut dibuka.

“Banjir akan dialirkan ke Ciliwung lama apabila debit air banjir di Kanal Barat tidak bisa menampung banjir,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat diwawancarai salah satu televisi swasta, (17/1/2013).

Dia menyampaikan melubernya Kanal Barat akan berdampak terhadap banjir di kawasan Pejompongan, Jati Pinggir, Jati Pulo, Tomang, Jelambar dan sekitarnya. “Termasuk Dukuh Atas ini berpotensi terendap banjir.”

Apabila pintu air Ciliwung lama dibuka dampak banjir akan menuju kawasan Kota lama, dimana sungainya melewati Istana Presiden, Jl. Harmoni, hingga Jl. Gajah Mada.

Pada 2007 pintu Ciliwung lama sempat dibuka, sehingga Istana Presiden sempat terendam banjir. Saat ini, Balaikota, tempat Gubernur DKI Joko Widodo berkantor, sudah terendam air. Padahal posisinya berada di seberang Istana Negara.

Pagi ini, pukul 07.30 WIB, BNPB telah menyatakan Sungai Ciliwung di Manggarai telah Siaga 1 dengan ketinggian air 970 cm. “Hujan deras merata di semua wilayah Jakarta dan sekitarnya sehingga banjir mengepung Jakarta. Sungai Ciliwung di Manggarai Siaga 1 atau level tertinggi dengan ketinggian 970 cm pada pukul 07.30,” kata Sutopo. (bas)(Foto:swatt-online.com)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top