Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PULAU JAWA: Kondisi menuju collapse

JAKARTA--Pulau Jawa menuju kondisi collapse lantaran semakin meningkatnya kerusakan ekologis secara sistematis akibat pembangunan infrastruktur berskala besar serta bisnis perkebunan yang tak memperhatikan daya dukung lingkungan dan sosial.
- Bisnis.com 16 Januari 2013  |  19:20 WIB

JAKARTA--Pulau Jawa menuju kondisi collapse lantaran semakin meningkatnya kerusakan ekologis secara sistematis akibat pembangunan infrastruktur berskala besar serta bisnis perkebunan yang tak memperhatikan daya dukung lingkungan dan sosial.

Hal itu terekam dalam Proyeksi Lingkungan 2013 oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Jakarta, Rabu (16/01/2013). Direktur Eksekutif  Walhi Abetnego Tarigan mengatakan Jawa sebagai produsen pangan terbesar di Indonesia, justru terancam oleh maraknya industri, seperti pembangunan infrastruktur. 

"Jawa merupakan pulau yang menjadi percontohan pembangunan skala besar dan massif. Perkebunan yang dimulai dari zaman kolonial, juga dikuasai oleh perusahaan perkebunan negara hingga hari ini," kata Abetnego. "Jawa dinilai sebagai wilayah tinggi dan meluas dalam bencana ekologisnya, Jawa menuju collapse."

Dia mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh ancaman bisnis skala besar di atas lahan-lahan pertananian. Catatan Walhi menyebutkan di antaranya perluasan industri, permukiman serta pembangunan infastruktur (Bekasi, Kerawang dan Subang), pariwisata dan perumahan mewah (Bogor), industri dan permukiman (Sukabumi), atau pembangunan waduk (Sumedang).

Tak hanya itu, tetapi masalah serupa juga terjadi di kawasan di Banteng, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Abetnego menambahkan persoalan lainnya adalah terjadinya migrasi besar-besaran ke Jawa karena sumber produksi di pedesaan ikut hancur seiring berkembangnya industri. Oleh karena itu, urainya, menyelesaikan masalah di Pulau Jawa harus dibarengi dengan penyelamatan ruang produksi rakyat di wilayah pedesaan. Walhi mencatat kasus-kasus besar di Jawa mencapai hampir 40% dari total kasus kerusakan ekologi di seluruh Indonesia. 

Abetengo juga mencatat dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), ada 13 proyek besar berada di Jawa pada tahun ini. "Ini artinya pembangunan ekononomi, khususnya infrastruktur akan terus jalan walaupun daya dukung alam sudah tak mendukung lagi," katanya. (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Anugerah Perkasa

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top