Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI JEPANG: Pemerintah jual obligasi tambahan

TOKYO: Pemerintah Jepang menunda upaya pengurangan beban utang dengan menjual obligasi tambahan sebanyak 7,8 triliun yen atau US$88 miliar guna membantu pembayaran stimulus ekonomi.Kementerian Keuangan Jepang pada Selasa (15/1/2013) di Tokyo menyatakan
- Bisnis.com 15 Januari 2013  |  19:59 WIB

TOKYO: Pemerintah Jepang menunda upaya pengurangan beban utang dengan menjual obligasi tambahan sebanyak 7,8 triliun yen atau US$88 miliar guna membantu pembayaran stimulus ekonomi.

Kementerian Keuangan Jepang pada Selasa (15/1/2013) di Tokyo menyatakan akan menerbitkan obligasi konstruksi sebesar 5,5 triliun yen, sambil mengurangi defisit obligasi pendanaan sebesar 299 miliar yen dan menambah obligasi pendanaan baru sebeanyak 49,5 triliun yen.

Jepang juga akan menjual obligasi 'jembatan' sebesar 2,6 triliun yen yang digunakan untuk mendanai pembayaran tunjangan pensiun. Obligasi tersebut akan diterbitkan pada tahun fiskal ini yang berakhir pada Maret 2013.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memang ingin menggenjot pertumbuhan ekonomi guna mengangkat negaranya dari jurang resesi dan mengakhiri deflasi yang telah berlangsung dalam lebih dari 10 tahun terakhir.

Namun, penerbitan obligasi tambahan ini membahayakan pelaksanaan komitmen pemerintah untuk mereformasi fiskalnya. Utang jepang yang telah mencapai sekitar dua kali lipat produk domestik bruto (PDB) dapat mendongkrak imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN).

"Sikap Abe terkait konsolidasi fiskal masih belum jelas, apakah dia ingin meningkatkan belanja dengan penjualan utang atau membatasinya hanya untuk anggaran tambahan ini," kata Takahiro Sekido, strategist Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd.  (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top