EKONOMI RIAU: Jalan terhambat, 5 desa terisolasi

PEKANBARU: Perekonomian masyarakat yang berada di Desa Pencing, Desa Belutu, Desa Jambai Makmur dan Desa Sei Gondang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, terhambat akses jalan."Kami terkurung di kampung kami sendiri karena tidak ada akses jalan
News Editor | 30 Desember 2012 02:40 WIB

PEKANBARU: Perekonomian masyarakat yang berada di Desa Pencing, Desa Belutu, Desa Jambai Makmur dan Desa Sei Gondang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, terhambat akses jalan."Kami terkurung di kampung kami sendiri karena tidak ada akses jalan yang bisa kami lintasi secara bebas," kata Ahmadi, seorang warga Desa Sei Gondang yang dihubungi per telepon, Sabtu (29/12).Ia mengakui, saat ini akses jalan untuk masuk dan keluar dari empat desa itu masih menggunakan jalan milik perusahaan perkebunan yang beroperasi di sana."Selama ini, jalan yang kami lintasi masih merupakan jalan yang dibangun oleh PT Ivomas. Itupun kami hanya diperbolehkan melintasinya pagi sampai sore. Sementara kalau malam, kami dilarang melewati jalur itu," katanya.Kondisi itu telah berlangsung sejak bertahun-tahun dan menyulitkan masyarakat di empat desa ini untuk meningkatkan perekonomian mereka."Kami berharap ada solusi agar kami bisa menikmati fasilitas negara dan bukan perusahaan yang membatasi aktivitas kami," katanya.Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Riau, Zukri di Pekanbaru kepada wartawan mengatakan, masyarakat di empat desa yang terletak di Kecamatan Kandis, Siak, memang dalam kondisi "terkurung" karena tidak bisa keluar atau melakukan aktivitasnya pada malam hari di luar desa.Hal itu, menurut dia, karena jalan yang dilewati masyarakat di empat desa itu merupakan jalan perusahaan PT Ivomas yang merupakan anak perusahaan PT Sinar Mas."Kondisi demikian sangat memprihatinkan dan harus ada solusi segera agar mereka bisa lebih merdeka," katanya.Karena, demikian Zukri, jika hal itu terus berlanjut tanpa ada solusi, maka perekonomian masyarakat setempat menjadi terganggu dan ini akan berdampak terhadap pemasukan di kabupaten dari empat desa itu."Kami minta pemerintah daerah setidaknya dapat memperhatikan hal ini. Atau paling tidak, memberi kemudahan akses masyarakat di empat desa itu. Artinya jangan ada pembatasan jam pakai jalan," katanya. (Antara/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top