EKONOMI JEPANG: Desakan pelonggaran moneter menguat

TOKYO—Bank of Japan (BoJ) disarankan membeli lebih banyak surat utang negara (SUN) jangka panjang dan aset dengan tipe risiko yang lebih beragam, termasuk obligasi asing, untuk mencapai inflasi 2% hingga 3%.Koichi Hamada, penasehat khusus ekonomi
EKONOMI JEPANG: Desakan pelonggaran moneter menguat
News Editor - Bisnis.com 27 Desember 2012  |  20:50 WIB

TOKYO—Bank of Japan (BoJ) disarankan membeli lebih banyak surat utang negara (SUN) jangka panjang dan aset dengan tipe risiko yang lebih beragam, termasuk obligasi asing, untuk mencapai inflasi 2% hingga 3%.Koichi Hamada, penasehat khusus ekonomi untuk Perdana Menteri Shinzo Abe, pada Kamis (27/12) juga menyerukan revisi terhadap undang-undang BoJ yang menjamin kebebasan bank sentral agar lebih akuntabel dalam mencapai target kebijakannya.“BoJ memang telah berupaya tapi perubahannya masih terlalu sedikit dan terlalu terlambat. Revisi undang-undang BoJ sangat penting,” kata profesor ekonomi di Yale University.Sebagai penasehat pribadi Abe yang diambil sumpah sebagai perdana menteri Jepang pada Rabu (26/12), pandangan Hamada kemungkinan akan berdampak signifikan terhadap kebijakan pemerintahan yang baru.“BoJ seharusnya tidak hanya membeli obligasi jangka panjang tapi juga aset dengan tipe risiko yang lebih beragam seperti surat berharga komersial, kredit investasi real estat [REITs], dan saham, yang akan membantu memberi dampak terhadap perekonomian,” kata Hamada yang mengajar Gubernur BoJ Masaaki Shirakawa saat masih dia masih kuliah di Tokyo University. (Reuters/Ara/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top