Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERAYAAN NATAL: Bisnis clothing laris, omzet pedagang naik 50% selama liburan

JAKARTA: Penjualan produk clothing dan distribution outlet atau distro selama libur Natal diperkirakan tumbuh hingga 50% dibandingkan dengan momentum akhir pekan pada umumnya.Ade Andriansyah, Ketua Kreatif Independent Clothing Kommunity (KICK), mengatakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Desember 2012  |  17:05 WIB

JAKARTA: Penjualan produk clothing dan distribution outlet atau distro selama libur Natal diperkirakan tumbuh hingga 50% dibandingkan dengan momentum akhir pekan pada umumnya.Ade Andriansyah, Ketua Kreatif Independent Clothing Kommunity (KICK), mengatakan penjualan produk selama libur Natal menyamai kondisi saat menjelang Idulfitri."Sejumlah clothing dan distro bisa menjual lebih dari 1.000 buah produk per bulannya. Berdasarkan pemantauan kami, terjadi kenaikan penjualan hingga 50% sepanjang bulan ini terdorong momentum libur Natal dan tahun baru," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (25/12).Menurutnya, penjualan selama libur Natal akan lebih baik dibandingkan dengan saat mendekati tahun baru.

Sebagian konsumen, lanjutnya, lebih memilih wisata belanja saat menjelang Natal, sehingga penjualan pada saat libur tahun baru biasanya kembali normal.Ade mengatakan clothing yang berdomisili di destinasi utama libur, seperti Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta yang mencatatkan pertumbuhan penjualan tinggi.Anggota KICK saat ini tercatat sebanyak 70 merek, dengan domisili terbanyak di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Malang.Dia mengatakan clothing bisa mengembangkan banyak skema distribusi, sehingga memudahkan ketika akan menggarap pasar di luar domisili toko. Misalnya saja, tidak sedikit clothing di Bandung yang sudah memiliki jaringan pemasaran di Sumatra dan Sulawesi."Sebagai perbandingan, penjualan produk clothing di Bandung lebih baik dibandingkan dengan Surabaya. Padahal, pada kondisi normal, penjualan produk di Surabaya juga terhitung bagus," ujarnyaAde mengatakan penjualan kaus dan aksesori seperti tas masih menjadi kontributor terbesar terjadap total penjualan produk selama libur panjang ini.Rizky Yanuar, pemilik clothing Ouval Reserach, mengatakan konsumen produknya semakin menyebar selama periode libur."Biasanya, sebagian besar konsumen kami berasal dari Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan sejumlah daerah di Indonesia. Kami melihat, momentum libur akhir tahun membuat demografi konsumen menjadi lebih meluas, termasuk banyak juga pembeli yang berasal dari Malaysia," ujarnya.Menurutnya, penjualan produk sepanjang tahun ini tetap lebih baik dibandingkan dengan 2011, walaupun persaingan di pasar semakin ketat.Pengusaha bidang ini, lanjutnya, pasti sudah punya strategi pemasaran sendiri agar bisnisnya bisa berkembang, termasuk menggarap pangsa pasar baru."Intinya ialah terus berinovasi dan mengikuti tren. Konsumen produk clothing tetap tumbuh, walaupun jumlah produsennya juga bertambah," ujarnya. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Roberto Purba

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top