KOTA WISATA: Batu Andalkan Keasrian Alam, Izin Ruko Dibatasi

BATU--Pemkota Batu Jawa Timur pada 2013 akan memantapkan diri sebagai kota wisata yang mengandalkan keasrian alam. Untuk merealisaiskan tujuan tersebut pemkot mulai tahun depan akan membatasi izin pendirian rumah toko (ruko).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Desember 2012  |  16:39 WIB

BATU--Pemkota Batu Jawa Timur pada 2013 akan memantapkan diri sebagai kota wisata yang mengandalkan keasrian alam. Untuk merealisaiskan tujuan tersebut pemkot mulai tahun depan akan membatasi izin pendirian rumah toko (ruko).

Walikota Batu Eddy Rumpoko mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari ungkapan kepedulian terhadap lingkungan di Kota Batu guna menjaga keseimbangan antara bangunan dan ruang terbuka hijau (RTH).

“Harus ada kebijakan tegas salah satunya memilih dan memilah pemberian izin bangunan,” kata Eddy di Batu akhir pekan.

Menurutnya pada periode 5 tahun pertama sebagai walikota pembangunan fisik di Batu memang cukup marak. Hal itu ditandai dengan tingkat investasi yang masuk sebesar Rp7 triliun.

Hal itu ditandai dengan maraknya pembangunan ruko, perhotelan, maupun obyek wisata buatan. Karena itu dalam periode kedua kepemimpinannya nanti usai dilantik sebagai Walikota Batu, Rabu (26/12), pihaknya akan melakukan strategi baru.

“Karena itu strategi baru harus segera dilakukan dengan terus menggenjot  wisata yang ada di Batu.”Diakui Eddy jumlah investor yang mengajukan pendirian ruko di Batu terbilang cukup banyak namun dengan terpaksa pengajuan tersebut tidak diluluskan.

Hal itu lanjut dia dilakukan bukan hanya untuk mencari keuntungan melainkan lebih mengedepankan pemikiran yang lebih jauh yakni menjaga keseimbangan alam.

“Keseimbangan alam harus menjadi nomor satu dan saya tidak ingin Batu menjadi kota ruko.”Kota Batu saat ini menjadi pasar yang bagus untuk bisnis. Namun begitu bukan berarti pemkot harus mempermudah perizinan pembangunan ruko.

Kalau, misalkan,  perizinan ruko maupun hotel dihentikan masih ada potensi lain yang bisa digarap sebagai penggantinya yakni menggairahkan destinasi wisata yang ada di kota dengan 19 desa dan 5 kelurahan di 3 kecamatan tersebut. 

“Di mana semua desa dan kelurahan tersebut memiliki potensi yang kuat untuk menjadi desa wisata.” (k25/if)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi'i

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top