PAJAK RESTORAN: Setoran untuk Kabupaten Gresik capai Rp4,1 miliar

SURABAYA: Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Gresik pada 2013 menargetkan perolehan pajak restoran dan rumah makan senilai Rp4,1 miliar, dengan memperluas bidikan terhadap usaha catering asal Jakarta yang beroperasi
News Editor | 20 Desember 2012 15:50 WIB

SURABAYA: Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Gresik pada 2013 menargetkan perolehan pajak restoran dan rumah makan senilai Rp4,1 miliar, dengan memperluas bidikan terhadap usaha catering asal Jakarta yang beroperasi di tengah laut.

Sementara perolehan pajak restoran dan rumah makan di kabupaten tersebut sepanjang tahun ini mencapai Rp5,5 miliar atau melebihi target yang ditetapkan senilai Rp3,9 miliar. Pada 2011 realisasi penerimaan pajak tersebut hanya Rp1,3 miliar.

“Perolehan pajak restoran dan rumah makan beberapa tahun terakhir naik terus, dan kami optimistis sepanjang tahun ini bisa membukukan Rp5,5 miliar,” ujar Kepala DPPKAD Kab. Gresik Yetty Sri Suparyati di sela-sela pengundian kupon pajak restoran dan rumah makan, hari ini (Kamis, 20 Desember).

Menurut dia, penggalian pajak restoran dan rumah makan di Kab. Gresik hingga minggu kedua Desember tahun ini tercatat Rp5,05 miliar. Dalam sisa waktu hingga akhir bulan ini akan dioptimalkan penarikannya, sehingga diyakini bisa tembus Rp5,5 miliar dari target senilai Rp3,9 miliar.

Jumlah restoran di Gresik yang dijadikan obyek pajak tahun lalu sebanyak 25 unit dan tahun ini naik menjadi 35 unit.

Kepala Bidang Pendataan DPPKAD Kab. Gresik AH Sinaga menyebutkan target perolehan pajak restoran dan rumah makan di kabupaten tersebut tahun depan ditetapkan Rp4,1 miliar, tetapi diyakini realisasinya bisa melampaui tahun ini.

Soalnya, lanjut Sinaga, pihaknya akan memperluas cakupan penarikan pajak hingga usaha catering yang terdapat di tengah laut. Jasa catering yang beroperasi di perairan Gresik itu umumnya berkantor di Jakarta dan melayani perusahaan multinasional seperti PT Hess Indonesia (pengeboran migas), PT Indocater, PT Bumi Sembada, PT ACS dan lainnya lagi.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan perusahaan catering asal Jakarta yang melakukan aktifitas di Gresik, kami yakin perolehan pajak resto dan rumah makan pada 2013 akan melebihi realisasi tahun ini,” paparnya. (k22/arh)

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup