KEBUTUHAN PERUMAHAN: Permintaan hunian baru di Malang capai 22.000 unit

MALANG: Kebutuhan perumahan untuk tempat tinggal di Kabupaten Malang cukup tinggi. Hal itu ditandai dengan belum terpenuhinya pembangunan perumahan yang mencapai 22.000 unit.
News Editor | 16 Desember 2012 18:40 WIB

MALANG: Kebutuhan perumahan untuk tempat tinggal di Kabupaten Malang cukup tinggi. Hal itu ditandai dengan belum terpenuhinya pembangunan perumahan yang mencapai 22.000 unit.

Kepala Kantor Perumahaan Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan kekurangan tersebut sejauh ini belum terpenuhi kendati setiap tahun telah dibangun tak kurang 1.000 unit.

“Hingga saat ini kebutuhan rumah mencapai 22.000 unit yang belum bisa terpenuhi akibat tinggi kebutuhan akan perumahan warga Kabupaten Malang,” kata Wahyu di Malang akhir pekan lalu.Sehingga antara rumah yang dibangun dengan kebutuhan yang ada saat ini masih belum seimbang. Pemkab sendiri setiap tahun menargetkan 1.000 unit rumah harus berdiri guna memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal.

Untuk bisa memenuhi tingginya kebutuhan akan rumah di Kabupaten Malang ujar dia perlu didukung bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebagai stimulus.

“Karena dengan adanya bantuan tersebut diharapkan banyak pengembang yang tertarik untuk membangun perrumahan yang lebih banyak lagi di Kabupaten Malang.”

Bantuan dari Kemenpera tersebut lanjutnya akan mendorong pengembang untuk membangun perumahan yang harganya dibawah Rp100 juta per unitnya. Sehingga masyarakat yang masuk ekonomi menengah ke bawah akan mampu untuk membelinya.

Apalagi akhir-akhir ini harga perumahan cenderung merangkak naik sehingga membuat kemampuan calon pembeli makin berkurang seiring meningkatnya harga rumah.

“Belum lagi syarat uang muka juga kerap menjadi kendala bagi calon konsumen yang tingkat perekonomiaannya menengah ke bawah yang membeli rumah dengan cara kredit melalui perbankan.”

Sementara saat ini konsumen mayoritas lebih tertarik membeli perumahan yang lokasinya berada di sekitar pabrik atau di daerah pinggiran Kota Malang yang berbatasan dengan Kabupaten Malang.Sebab di daerah perbatasan tersebut banyak dilirik pengembang yang membangun rumah dengan harga dikisaran Rp100 juta per unit. Dari pengamatan banyak perumahan yang dibangun dengan harga di bawah Rp100 juta laris manis. (k25/arh)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup