DONOR DARAH NASIONAL: Presiden Juluki Pendonor Sebagai Pahlawan

JAKARTA—Pemerintah menilai  masyarakat yang memberikan darahnya secara
DONOR DARAH NASIONAL: Presiden Juluki Pendonor Sebagai Pahlawan
Martin-nonaktif - Bisnis.com 14 Desember 2012  |  13:02 WIB

JAKARTA—Pemerintah menilai  masyarakat yang memberikan darahnya secara

suka rela (pendonor)   bagi kepentingan sesama merupakan sosok pahlawan, mengingat Indonesia  membutuhkan  stok darah. Dalam jumlah besar  untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ada empat  hal yang menyebabkan Indonesia memerlukan stok darah yang besarannya cukup tinggi setiap tahunnya.

“Pemberian darah secara sukarela, bicara tentang aksi kemanusiaan karena menolong jiwa manusia lainnya, juga bicara tentang kepahlawanan,” kata Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan di acara penganugerahan Satyalencana Kebaktian Sosial Para Pendonor Darah Sukarela 100 kali tahun 2012 di Jakarta Convention Center, Jumat  (14/12/2012).

Adapun 4 hal yang mendorong RI membutuhkan  kesiapan kantung darah dalam jumlah besar, pertama, Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Kedua, banyak penderita penyakit secara insidental atau berkala memerlukan transfusi darah.

Ketiga, tidak sedikit korban kecelakaan, utamanya lalu lintas yang memerlukan darah. Keempat, diperlukan stok darah cukup secara nasional untuk menghadapi keadaan darurat utama bencana alam dan bisa memenuhi kebutuhan darah di seluruh Tanah Air secara rutin

“Hampir pasti setiap ada bencana alam berskala menengah dan besar diperlukan transfusi darah bagi para korban yang mengalami luka,” kata Presiden Yudhoyono.

Kepala Negara mengatakan dengan  adanya kesadaran masyarakat mendonorkan darahnya, akan mendukung stok di tingkat nasional yang makin kuat di masa mendatang. Terlebih bagi pendonor yang secara berkala memberikan darahnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top