KRISIS EKONOMI GLOBAL: Hanya Berpengaruh Kecil pada Indonesia

News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  01:40 WIB
JAKARTA: Kendati kinerja ekspor menurun, dampak krisis ekonomi global terhadap Indonesia dinilai sedikit lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara.
 
Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Thee Kian Wie memaparkan empat alasan utama yang mendasari Indonesia memiliki positif pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah krisis keuangan global.
 
Pertama, ketergantungan sektor manufaktur Indonesia masih relatif lebih rendah dari total ekspor. 
 
Ekspor sektor manufaktur memiliki elasitisitas pendapatan jauh lebih tinggi daripada ekspor utama.
 
"karena itu, permintaan terhadap ekspor manufaktur jatuh lebih tajam selama resesi pada pasar ekspor utama, seperti yang terjadi di Indonesia,” paparnya dalam seminar Thee Kian Wie 'The Indonesia Economy After the Global Financial Crisis', Rabu (12/12/2012).
 
Kedua, perdagangan antar regional masih di Indonesia relatif rendah dari total perdagangan regional yang ada.
 
“Peran Indonesia dalam ekspor otopart [ondodil dan komponen elektronik] khususnya ke China sangat rendah,” katanya.
 
Ketiga, Indonesia juga kurang rentan terhadap transmisi krisis ekonomi global karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang didorong oleh ekspor masih dalam tingkat rendah sebesar 17% terhadap PDB.
 
“Sebab, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi,” ucapnya.
 
Keempat, pengaruh transmisi krisis ekonomi global hanya berpengaruh kecil pada Indonesia karena sebagian besar tidak terekspose pada PDB khususnya bank-bank di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. 
 
"Indonesia juga telah menghindari risiko kredit besar dan tidak terekspose pada sub-prime loans dan sekuritas di Amerika Serikat,” jelasnya.  (ra)
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Winda Rahmawati

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top