Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI SILUMATOR SIM: Pengacara Tersangka Enggan Komentari Bukti Sukotjo S. Bambang

JAKARTA : Pengacara kasus simulator surat izin mengemudi (SIM) Djoko Susilo (DS) memilih tidak mengomentari terkait pernyataan tersangka lainnya, Sukotjo S. Bambang, yang mengklaim mempunyai informasi penting. Ia pun menyerahkan semuanya kepada
- Bisnis.com 12 Desember 2012  |  14:04 WIB

JAKARTA : Pengacara kasus simulator surat izin mengemudi (SIM) Djoko Susilo (DS) memilih tidak mengomentari terkait pernyataan tersangka lainnya, Sukotjo S. Bambang, yang mengklaim mempunyai informasi penting. Ia pun menyerahkan semuanya kepada KPK.

"Saya tidak bisa komentar mengenai itu, kita serahkan saja ke KPK. Relevan atau tidak dokumen itu," ujar penasihat hukum DS, Juniver Girsang usai mendatangi gedung KPK hari  ini, Rabu (12/12/2012).

Juniver menambahkan bahwa kliennya siap mengikuti proses hukum ini dan berharap bisa lebih cepat selesai. Ketika ditanya mengenai kasus tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), Juniver tidak mendapat informasi tersebut.

"Sampai saat ini mengenai diluar kasus Simulator SIM kami tidak ada mendapat informasi dan tidak ditanyakan," pungkasnya.

Adapun, mengenai alat bukti yang juga diklaim dimiliki oleh Sukotjo S. Bambang, Juniver mengatakan tidak pernah dikonfirmasi. Namun diri ya yakin bukti itu perlu dikonfirmasi lagi ke DS.

"Kita tidak pernah dikonfirmasi mengenai barang bukti itu. Tentu itu nanti adalah kewenangan KPK untuk bisa dikaitkan dengan pak DS. Tapi kami yakin bahwa bukti-bukti itu adalah alat bukti yang perlu dikonfirmasi lagi ke DS," paparnya. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top