INSTRUMEN SYARIAH: Menjadi Investasi Favorit Tahun Ini

JAKARTA -- Deposito, saham syariah, dan reksadana syariah menjadi instrumen investasi favorit pilihan para pelaku usaha asuransi syariah di dalam negeri tahun ini.Data yang dihimpun oleh Bisnis menunjukkan sebanyak Rp7,28 triliun atau 74,44% dari total
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 06 Desember 2012  |  21:23 WIB

JAKARTA -- Deposito, saham syariah, dan reksadana syariah menjadi instrumen investasi favorit pilihan para pelaku usaha asuransi syariah di dalam negeri tahun ini.Data yang dihimpun oleh Bisnis menunjukkan sebanyak Rp7,28 triliun atau 74,44% dari total dana investasi asuransi dan reasuransi syariah yang mencpai Rp9,34 triliun ditempatkan pada tiga jenis instrumen asuransi tersebut.Sementara itu, sebanyak Rp2,06 triliun atau 25,56% lainnya terbagi ke dalam jenis-jenis investasi lainnya.Wakil Ketua Bidang Statistik Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Srikandi Utami menuturkan pemilihan jenis instrumen investasi oleh perusahaan asuransi syariah sangat tergantung pada jenis bisnis yang dikelola.Dia mencontohkan pada jenis asuransi jiwa syariah, jenis instrumen pasar modal banyak dipilih.Hal itu, ujarnya, karena kecenderungan produk yang bersifat jangka panjang dan banyaknya produk asuransi berbalut investasi (unit linked) yang dijual oleh perusahaan asuransi jiwa syariah."Asuransi jiwa syariah banyak di jenis investasi pasar modal karena produknya banyak unit linked. Perusahaan hanya memberikan informasi tentang performance, tetapi pilihan jenis investasi diserahkan ke nasabah," katanya, Kamis (6/12).Namun demikian, ujarnya, jumlah dana yang ditempatkan pada instrumen non pasar modal juga tidak kalah banyak."Khusus untuk dana tabarru', perusahaan biasanya menyimpan dananya di pasar uang seperti deposito. Itu untuk jaga likuiditas dan untuk berjaga-jaga jika terjadi klaim sewaktu-waktu," ujarnya.Dia melanjutkan hal itu berbeda dengan aktivitas investasi yang dilakukan oleh jenis usaha asuransi kerugian (umum) syariah dan reasuransi syariah. Pada jenis bisnis ini, ujarnya, pilihan lebih banyak jatuh kepada instrumen pendapatan tetap (fixed income) seperti deposito. (if) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top